Pemkab Banyuwangi Diminta Mendengarkan Jeritan Para Seniman

Ki Dalang Suwono Dan Surat Edaran Kapolri

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Covid-19 masih belum berakhir hampir satu tahun lebih virus corona masih melanda bangsa Indonesia.Ditambah lagi atas penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota yang angka kasus positifnya sangat tinggi.

Dampak tersebut tentu sangat dirasakan oleh banyak pihak, salah satunya para pekerja seni yang kehidupannya mengandalkan penghasilan dari kesenian. Akibat pandemi Covid-19, para seniman yang biasanya bekerja menampilkan sebuah karya kreativitasnya diatas panggung hiburan dengan adanya wabah ini, semua pertunjukan sudah tidak berdaya.Yang lebih miris lagi ada orkes dan seni jaranan saat sedang atraksi main langsung dibubarkan oleh aparat satgas Covit - 19

Menanggapi atas dibubarkannya dua pertunjukan seni secara tidak hormat Dwi Arto Yuwono (42) Ki Dalang kondang sekaligus Ketua seniman Banyuwangi angkat bicara, dan menyayangkan tindakan oknum aparat yang tidak memiliki nurani cara membubarkan terkesan sangat otoriter bahkan sangat - sangat menyakitkan dan tidak manusiawi. 

Seniman bukan bajingan, seniman juga bukan teroris,mengapa diperlakukan tidak manusiawi. Padahal selama ini para seniman sudah berapa milyar dan trilyun memberikan kontribusi aset terhadap Pemkab (pemerintah kabupaten Banyuwangi)?.Cara melarangnya mbok jangan seperti penjajah masak tidak ada cara lain yang lebih sopan,"tutur Yuwono dengan mata berkaca - kaca dikonfirmasi MEMOPOS.com pada Kamis, (27/5/2021).

Lebih lanjut Yuwono memaparkan, bila tidak diperbolehkan mentas atau main ya harus adil, mengapa tempat pusat perbelanjaan mooll dan tempat wisata lainnya aparat tidak berani menutup anehnya edaran dari Kapolri seperti daerah lain apakah tidak diberlakukan di Banyuwangi, ada apa dengan ini semua. Lalu kami kelaparan ini yang bertanggung jawab siapa.Hal ini patut dipertanyakan,"imbuh sang Dalang. 

Selain itu, Yuwono mengatakan, padahal dalam refleksi 22 tahun masa reformasi Indonesia, kalangan seniman termasuk media saat ini telah mendapatkan kebebasan berekspresi.

Dia berharap, kebebasan itu senantiasa menjadi penyemangat untuk menyampaikan kritik yang bersifat membangun bangsa Indonesia.

Yuwono, seniman Bumi Belambangan juga menegaskan, mendapat panggung untuk menyalurkan karya adalah salah satu harapan terbesar bagi para seniman.

Selain ruang berekspresi, panggung juga dianggap sebagai ladang perjuangan hidup bagi para  seniman.Sekali lagi atas nama semua seniman kami minta dan mohon terhadap Pemkab Banyuwangi mencarikan solusi persoalan nasib para pelaku seni ini agar jangan dicaci tapi untuk dicarikan solusi serta  atas perhatian dan kepedulian pihak terkait supaya para seniman diperhatikan," pungkas Yuwono seniman berambut panjang tersebut. (Im)

Related

Sosial Budaya 6803596165062950825

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item