Maling Banyuwangi Berbakat Dan Bertalenta Serta Terus Berkarya

Maling (Mamat suling) Saat Memainkan Serulingnya Diatas Panggung

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Belum banyak yang tahu pemain suling musik kendang kempul Banyuwangi pendatang baru ini perihal jati dirinnya. Apalagi gaya punggungnya sangat memikat penonton yang melihatnya bila sudah meniup suling benar - benar memiliki cirikhas tersendiri bahkan publik dibuat tidak berdaya. 

Maling atau Mamat suling biasa dipanggil dengan nama lengkap Ahmad Sulaiman (33) asal Dusun Purwosari,Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, yang sekarang menetap di Dusun Gembolo,Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran Banyuwangi beberapa kali memukau para penggemar dengan kemampuan dan sangat piawai dalam trik meniup bambu berlubang 7 tersebut hingga para penggemar dibuat terkesima.

Laki - laki kelahiran 1987 ini memiliki kemampuan bakat sejak kecil dan sepertinnya hampir dipastikan tidak banyak orang bisa. Namannya mulai melambung dan terkenal saat produser rekaman meminangnya pada tahun 2007 masuk dapur rekaman mengiringi lagu - lagu osing.

Karena kemahirannya itu, beberapa grup musik dangdut khususnya kendang kempul kota gandrung meliriknya untuk menjadi salah satu personil tetapnya.

Sekarang Maling (Mamat Suling) sudah jadi pekerjaan,antara suling dan dirinnya menjadi profesi saya," paparnya saat dikonfirmasi MEMOPOS.com Selasa, (25/5/2021).

Kemahiran Mamat menjadi pemain seruling bersumber dari bakat keturunan darah seni mengalir dari leluhurnya.Belajarnya ya dari auto didak selalu berenofasi dan terus belajar dan selalu belajar serta berani mencoba beresperimen warna baru hingga bisa mendapatkan suara emas si bambu dengan mendayu - dayu, "ungkapnya sambil tersenyum.

Seiring waktu rasa suka pada permainan seruling terus diasah hingga kemampuan permainannya semakin matang. Mamat yang  humoris dan suka bergaul ini berharap sajian serulingnya bisa menghibur penggemar dan bisa membahagiakan seluruh keluarga, "imbuhnya. 

Dari SMP dan SLTA sudah mulai bermain seruling dari panggung ke panggung

kemudian mulai memainkan serulingnya lewat pertunjukkan musik dangdut,kendang kempul, dan musik daerah tradisionil yang membutuhkan kemampuannya pun dilayani dari kampung ke kampung hingga sampai masuk dapur rekaman seperti sekarang ini. 

Saat itu cuma freelance menerima panggilan dari grup orkes dangdut, campursari. Bayaran yang diterima pun ala kadarnya, bahkan bayaran pertama kali diterimanya sebesar Rp 30 ribu mirisnya lagi juga pernah dibayar dengan ucapan terima kasih, namun kami ikhlas dan ridho baginya rizqi sudah ada yang mengaturnya, "ulas Maling sambil seruput kopi. 

Saat ini jadwal Mamat bersama MELON Musik semakin padat. Laki - laki tampil rambut gondrong ini mengaku harus menjaga 'asetnya' untuk dapat bermain secara maksimal. Kunci permainannya adalah pernafasan yang harus terus dijaga.

"Pernafasan, kalau nggak bisa mengatur pernafasan, nggak bisa meniup sesuai alunan nya. Kuncinya memang nafas," ungkapnya.

Mamat juga bersyukur dikaruniai keluarga yang selalu mendukung karirnya. Orangtua, istri dan temannya dapat memahami karirnya sebagai seorang musisi.

"Istri sangat mendukung, kebetulan istri saya juga seorang pelaku seni. Alhamdulillah didukung keluarga dan istri los nggak rewel," pungkasnya. (Im)

Related

Hiburan 5516256860424252100

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item