Jelaring Wadahnya Seniman Banyuwangi Yang Tidak Pernah Mati Dan Berhenti Berkarya

Personil Jelaring Yang Tidak Pernah Berhenti Berkarya

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Prabu Siung Laut dijaman kejayaan Prabu Minakjinggo mempunyai seorang Patih sakti mandraguna yang bernama “Patih Caluring” dari Patih Caluring inilah diera itu cukup terkenal atas keberhasilan misi beratnya yaitu telah mancuri pusaka andalan milik kerajaan Mojopahit berupa keris bernama Dapur Sangkelat yang dibuat oleh Empu Supo sehingga patih Caluring - lah saat itu warga menyebutnya Maling Caluring atau Patih Caluring merupakan sosok yang dipuja sekaligus tokoh yang sangat diagungkan. Apakah nama Desa Cluring tersebut diambil dari kebesaran nama Patih Caluring... ?

Untuk itu,sampai sekarang publik memiliki tanda tanya besar perihal kisah nama besar Patih Caluring.Tapi intinnya kisah legenda sejarah tersebut sangat melekat terhadap warga masyarakat Desa Cluring hingga sampai sekarang ini.

Ternyata nama besar Patih Caluring yang cukup dikenal halayak sekarang bernama Desa Cluring dibalik itu semua memiliki dan menyimpan segudang seniman yang sampai berita ini diterbitkan tidak pernah kesentuh oleh Pemkab Banyuwangi khususnya dinas kebudayaan. 

Salah satu pelaku seni Yatimi awali (45) alias Cak Ing yang dilahirkan asli dari Dusun Kepatihan, Desa Cluring,Banyuwangi Jatim merupakan putra osing berdarah seni memang dari turun temurun nenek dan kakeknya. Tentang seni Cak Ing biasa dipanggil sudah tidak perlu diragukan lagi,sejak kecil memang sudah sangat mengenal bahkan terjun langsung memainkan kendang yang sangat lincah bahkan,terbukti berulang kali era tahun 1990-an hingga sampai sekarang namannya cukup terkenal serta kesohor bahkan kerap kali mendapatkan predikat piala dan penghargaan sebagai pengendang kecil terbaik saat era itu. 

Namannya melambung cukup kondang Cak Ing bila sudah memainkan gendang,baik mengiringi tari daerah Banyuwangi, gandrung, janger, jaranan, hadrah kuntulan dan masih banyak lagi yang lainnya benar - benar penonton terhipnotis tidak berdaya melihat kelincahan cara menabuh gendang diatas panggung karena banyak atraksi fariasi hingga pengunjung dibuat tidak beranjak dari tempatnya. 

Saat dikunjungi MEMOPOS.com dirumahnya Cak Ing yang didampingi istri tercinta yang sekaligus juga pelaku seni mengatakan,sebelum berbicara panjang lebar perihal seni kami terangkan terlebih dahulu wadahnya kita dan ratusan anak asuh saya. Nama wadahnya bernama JELARING (Jenggirate Lare Cluring), sebelum saya dilahirkan artinnya para pendahulu hingga sekarang Cluring pabriknya para seniman, gamelan, tabuh, lukis, ukir, dan tari.Jelaring ini lahir bertujuan tidak lain untuk berekpresi menyalurkan bakat para seniman dari mana saja tanpa terkecuali, "paparnya. 

Tentang seni tabuh dan gamelan memang tidak ada habisnya lanjut Cak Ing untuk itu, semuanya harus bertahap dan sesuai tahapan tidaklah mudah dicapainya, hal itu lantaran harus melewati beberapa fase yang sangat sulit,"ungkapnya. 

Menurutnya, sebagai seniman sejati bila berkarya terlebih dahulu harus memiliki jiwa semangat dibarengi hati yang tulus ikhlas, tidak pelit ilmu. Berangkat dari inilah dengan modal nekat saya bersama kawan - kawan yang seirama dengan dukungan full sang istri melahirkan Jelaring. Tujuan wadah ini tidak lain tempatnya para seniman tua muda belajar untuk menyalurkan bakat seninnya berekpresi dan berkarya, alhamdulillah ternyata juga terbukti banyak dukungan khususnya dari Kades Cluring Sunarto dan banyak generasi muda dari segala penjuru mengayuh ilmu berdatangan di wadah Jelaring,"tutur Cak Ing sambil tersenyum Kamis, (27/5/2021). 

Musik gamelan khas Banyuwangi-an tersebut nampaknya sangat digemari masyarakat Indonesia.

Gandrung salah satu ikon Banyuwangi , harus dipertahankan serta di lestarikan. Saya dalam mewujudkan karya musik ini, dimaksudkan agar bisa memberikan sentuhan rasa, serta memberikan inovasi untuk merangsang dan menjadikan sebuah karya yang lebih kreatif,” imbuhnya. 

Dalam proses berkesenian tradisi, Cak Ing mengaku kerap gelisah untuk terus menghadirkan karya - karya yang baru. 

Semoga dengan karya ini bisa memberikan nilai positif dan bermanfaat bagi semua seniman tanpa terkecuali,” jelasnya.

Sementara itu, Tony yang juga guru tari Jelaring mengaku sangat bangga atas berdirinnya Jelaring yang merupakan sebagai wadah sekaligus tempat segudang prestasi karya yang sudah dilahirkan dan diciptakan walau masih belum terciduk pihak dinas kebudayaan pemkab Banyuwangi, akan tetapi pihaknya, selalu terus dan terus menciptakan warna baru dalam setiap berkarya tidak mengenal putus asa. Seni gamelan khas Banyuwangian maupun tarian kami juga berharap kepada semua elemen masyarakat bisa mendukung kesenian Bumi Blambangan menjadi pemenang bertalenta,"jelas Tony. 

“Kami mohon dukungan serta doa restu agar karya Jelaring masuk nominasi terbaik dan lewat berita ini ada pihak pemerintah yang mau peduli sukur - sukur mau ikut terlibat di dalam Jelaring,"papar Tony sapaan akrab Seniman Bumi Blambangan yang terkenal dengan tari burung garudannya ini. 

Selain itu, kata Tony, selalu mensuport kegiatan yang berbau kesenian. Menurutnya, anak didiknya ini sudah berhasil dalam berkarya,akan tetapi pihaknya harus tetap berbenah diri serta memberikan inspirasi bagi karya yang akan kami tuangkan ke warga masyarakat tentu yang terbaik. (Im)

Related

Headline 4969260359324693320

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item