Digelandang Ditempat Kerjannya Petugas Lapas Kelas IIA Jember Karena Menipu Anggota DPRD Banyuwangi

Wahyu Dhita Putranto Oknum Pegawai Lapas Kelas IIA Jember Pelaku Penipuan Terhadap Anggota DPRD

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Karena di duga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan dalih penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS),Polsek Bangorejo, Banyuwangi menggelandang Wahyu Dhita Putranto, seorang pejabat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember diduga melakukan penipuan CPNS di Kementerian Humum dan HAM.

Kapolsek Bangorejo AKP Mujiono menjelaskan, kedatangannya ke Jember untuk memanggil paksa Wahyu yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tujuannya agar yang bersangkutan bisa memberikan keterangan ke penyidik.

“Kita naikkan statusnya sebagai tersangka karena sudah cukup memenuhi alat bukti melakukan rangkaian kebohongan. Kami kenakan Pasal 178 juncto Pasal 172 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,” terangnya, Selasa, 4 Mei 2021.

Menurut Kapolsek, Wahyu mengakui menerima uang sekitar Rp300 juta dari Patemo, anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada tahun 2019 silam.

Mujiono bercerita, bahwa Wahyu tidak pernah mengembalikan uang itu kepada Patemo meski kerap kali diminta secara baik-baik.

“Wong korban bilangnya minta uangnya sendiri malah seperti orang ngemis. Karena tidak berhasil dan merasa jengah, sehingga korban melapor,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Lapas Kelas II A Jember, Yandi Suyandi mengatakan, aksi aparat kepolisian tersebut merupakan tindakan terukur karena Wahyu yang menjabat KPLP (Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan) dinilai bersikap tidak kooperatif terhadap penyidik.

“Prosedur hukumnya, tiga kali dipanggil tidak hadir sehingga dijemput paksa terhadap Wahyu. Masalah hukumnya di wilayah Banyuwangi. Kita tunggu kelanjutannya. Prosedurnya memang seperti itu,” tutur Yandi.

Polsek Bangorejo belum melakukan penahanan dengan alasan Wahyu tidak berpotensi melarikan diri karena masih bertugas di Lapas Kelas II A Jember.

Selain itu, barang bukti berupa uang dianggap tidak membahayakan orang lain seperti halnya senjata tajam. Wahyu juga mendapat jaminan dari pengacaranya.

Kepada polisi, Wahyu meminta waktu sepekan agar dapat menjual asetnya di Jember untuk dipakai mengembalikan uang korban. Hal tersebut juga menjadi pertimbangan polisi dengan maksud meringankan beban korban, sehingga tidak langsung menjebloskan Wahyu ke dalam sel tahanan.

Kendati demikian, Mujiono menegaskan, upaya pengembalian uang korban sama sekali tidak mempengaruhi proses hukum pidana.

“Saya tidak urusi bayar membayar. Proses hukum jalan terus,” tegasnya.

Upaya mengkonfirmasi Wahyu tidak berhasil, oleh sebab nomor selulernya dalam kondisi nonaktif. Demikian halnya dengan Patemo selaku korban juga enggan menerima sambungan telepon, dan juga belum membalas pesan untuk klarifikasi. (Im)

Related

Headline 835513904896016673

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item