Bupati Ipuk Siapkan Alokasi Bantuan bagi Hafidzah Lebih Besar

Saat Para Ibu Ibu Penghafal Al Qur'an Diberikan Bantuan Oleh Bupati Ipuk

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Sejumlah hafidzah atau perempuan penghafal Alquran di Banyuwangi saat mengaji bersama di pendapa Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi. Mereka melakukan khataman bareng saat peringatan Nuzulul Quran.


“Terima kasih sudah menjaga Banyuwangi dengan doa-doa terbaik yang ibu-ibu panjatkan. Tolong terus doakan kami agar diberi kekuatan dan kelancaran memimpin Banyuwangi, mampu membawa kebaikan bagi banyak orang,”


“Bantuan usaha ini tidak ada apa-apanya jika dibanding dengan pengorbanan dan doa tulus ibu-ibu semua. Mudah-mudahan bisa membantu perekonomian keluarga, utamanya di masa pandemi ini,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (30/4/2021).


Ipuk menyebut, Pemkab Banyuwangi akan menyiapkan alokasi bantuan usaha untuk hafidzah secara lebih besar lagi ke depan. Termasuk di dalamnya ada bantuan alat usaha dan berbagai pelatihan.


“Saya akan alokasikan nanti di perubahan anggaran untuk pemberdayaan ekonomi para hafidz dan hafidzah. Sekaligus bagian dari pemulihan ekonomi. Tentu juga untuk para pegiat keagamaan lintas agama,” jelas Ipuk.


Salah seorang hafidzah asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, Anis Fathonah (60), mengatakan, bantuan usaha akan digunakan untuk membeli bibit sayuran. “Ini sangat membantu sekali,” kata Anis.


Anis bersama suaminya, Ahmad Rohani mengurus sepetak lahan milik orang tuanya. Lahan itu ditanami padi dan beberapa jenis sayuran. Hasil sayurannya biasanya dijual Anis ke Pasar Bagorejo.


Sementara itu, Pengurus JHQ Banyuwangi merasa bersyukur, para hafidzah binaannya mendapatkan bantuan usaha senilai Rp 50 juta.


“Terharu melihat beliau-beliau menerima bantuan usaha. Sebab memang ada beberapa yang bekerja sebagai buruh tani, buruh cuci, berjualan jajanan cilok, bahkan ada janda yang memiliki putra berkebutuhan khusus. Yang patut diacungi jempol, meski hidupnya sederhana, semangat untuk menjaga hafalan Al-Quran tidak pernah kendor,” ujar sekretaris JHQ Banyuwangi, Nikmaturrahmah.


Nikmah berharap, bantuan usaha tersebut benar-benar bisa dipergunakan sebaik-baiknya. “Dari awal kami meminta agar bantuan ini bukan untuk konsumtif, melainkan digunakan sebagai modal usaha untuk menaikkan taraf perekonomian,” tutur Nikmah.


Menurut Nikmah, hafidzah yang terpilih untuk mendapatkan bantuan ini telah disurvei langsung oleh pengurus JHQ. “Awalnya kami mendapatkan data mereka dari koordinator JHQ di masing-masing wilayah. Setelah itu kami mendatangi rumah mereka, sekaligus untuk silaturahmi dan mengetahui kondisi perekonomian mereka sehari-hari. Nah, ke depannya, setelah mereka mendapatkan bantuan ini, kami akan rutin melakukan pemantauan di lapang untuk melihat sejauh mana bantuan ini berdampak terhadap peningkatan perekonomian mereka,” terang Nikmah.


Untuk diketahui, para penghafal Al-Quran ini tersebar di berbagai Kecamatan di Banyuwangi. Di bawah binaan JHQ, terdapat kurang lebih 400 hafidzhah dan 200 hafidz. Sebelum pandemi covid 19, mereka rutin melakukan pertemuan setiap triwulan untuk diskusi dan menambah wawasan agamanya. Namun selama pandemi terpaksa mereka tidak melakukan pertemuan, terutama dalam jumlah besar. (Im)

Sejumlah hafidzah atau perempuan penghafal Alquran di Banyuwangi saat mengaji bersama di pendapa Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi. Mereka melakukan khataman bareng saat peringatan Nuzulul Quran.

“Terima kasih sudah menjaga Banyuwangi dengan doa-doa terbaik yang ibu-ibu panjatkan. Tolong terus doakan kami agar diberi kekuatan dan kelancaran memimpin Banyuwangi, mampu membawa kebaikan bagi banyak orang,”

“Bantuan usaha ini tidak ada apa-apanya jika dibanding dengan pengorbanan dan doa tulus ibu-ibu semua. Mudah-mudahan bisa membantu perekonomian keluarga, utamanya di masa pandemi ini,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (30/4/2021).

Ipuk menyebut, Pemkab Banyuwangi akan menyiapkan alokasi bantuan usaha untuk hafidzah secara lebih besar lagi ke depan. Termasuk di dalamnya ada bantuan alat usaha dan berbagai pelatihan.

“Saya akan alokasikan nanti di perubahan anggaran untuk pemberdayaan ekonomi para hafidz dan hafidzah. Sekaligus bagian dari pemulihan ekonomi. Tentu juga untuk para pegiat keagamaan lintas agama,” jelas Ipuk.

Salah seorang hafidzah asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, Anis Fathonah (60), mengatakan, bantuan usaha akan digunakan untuk membeli bibit sayuran. “Ini sangat membantu sekali,” kata Anis.

Anis bersama suaminya, Ahmad Rohani mengurus sepetak lahan milik orang tuanya. Lahan itu ditanami padi dan beberapa jenis sayuran. Hasil sayurannya biasanya dijual Anis ke Pasar Bagorejo.

Sementara itu, Pengurus JHQ Banyuwangi merasa bersyukur, para hafidzah binaannya mendapatkan bantuan usaha senilai Rp 50 juta.

“Terharu melihat beliau-beliau menerima bantuan usaha. Sebab memang ada beberapa yang bekerja sebagai buruh tani, buruh cuci, berjualan jajanan cilok, bahkan ada janda yang memiliki putra berkebutuhan khusus. Yang patut diacungi jempol, meski hidupnya sederhana, semangat untuk menjaga hafalan Al-Quran tidak pernah kendor,” ujar sekretaris JHQ Banyuwangi, Nikmaturrahmah.

Nikmah berharap, bantuan usaha tersebut benar-benar bisa dipergunakan sebaik-baiknya. “Dari awal kami meminta agar bantuan ini bukan untuk konsumtif, melainkan digunakan sebagai modal usaha untuk menaikkan taraf perekonomian,” tutur Nikmah.

Menurut Nikmah, hafidzah yang terpilih untuk mendapatkan bantuan ini telah disurvei langsung oleh pengurus JHQ. “Awalnya kami mendapatkan data mereka dari koordinator JHQ di masing-masing wilayah. Setelah itu kami mendatangi rumah mereka, sekaligus untuk silaturahmi dan mengetahui kondisi perekonomian mereka sehari-hari. Nah, ke depannya, setelah mereka mendapatkan bantuan ini, kami akan rutin melakukan pemantauan di lapang untuk melihat sejauh mana bantuan ini berdampak terhadap peningkatan perekonomian mereka,” terang Nikmah.

Untuk diketahui, para penghafal Al-Quran ini tersebar di berbagai Kecamatan di Banyuwangi. Di bawah binaan JHQ, terdapat kurang lebih 400 hafidzhah dan 200 hafidz. Sebelum pandemi covid 19, mereka rutin melakukan pertemuan setiap triwulan untuk diskusi dan menambah wawasan agamanya. Namun selama pandemi terpaksa mereka tidak melakukan pertemuan, terutama dalam jumlah besar. (Im)

Related

Pemerintahan 1371624176279998074

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item