Berkedok Memberikan Layanan Pijat Ternyata Bisnis Esek Esek

NS Mucikari Muda Saat Didepan Penyidik Hannya Menunduk Malu

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Hanya menunduk malu NS (28) mucikari muda asal warga Kecamatan Siliragung, Banyuwangi tersebut. Dirinya sangat menyesali atas perbuatannya saat digelandang petugas Reskrim polsek kota di ruang penyidik Unit Reksrim Mapolsek Kota Banyuwangi, Selasa (06/04/2021).

Wanita muda pelaku mucikari ini ditangkap polisi setelah diduga terlibat kasus prostitusi online yang berkedok memberikan layanan pijat plus-plus di sebuah hotel kelas melati di Banyuwangi. Setiap transaksi, pelaku mematok tarif sebesar Rp 500,000 kepada pelanggannya untuk mendapatkan layanan pijat plus-plus dari wanita penghibur yang sekaligus sebagai anak asuhnya.

 NS,dalam bisnisnya meraih untung Rp 150,000 yang didapatkan dari pelanggannya laki – laki hidung belang tersebut.

Kepada media ini Kapolsek Kota Banyuwangi melalui Kanit Reskrim Ipda Sadimun memaparkan bahwa, terbongkarnya kasus prostitusi online ini berawal dari laporan warga masyarakat yang mengetahui ada bisnis esek – esek.Mendapat laporan warga kami bersama anggota Reskrim melanjutkan untuk menindaklanjuti hingga pihak kami menangkap pelaku yang saat itu sedang menunggu anak buahnya bernama R-I saat melayani pria sedang di kamar hotel.

Mucikari muda sempat mengelak saat dilakukan penangkapan petugas atas tuduhan yang dilayangkan polisi. Namun setelah handphone pelaku diperiksa, polisi mendapati bukti percakapan pelaku menawarkan jasa layanan esek-esek kepada pria hidung belang tersebut.

“Berdasar laporan masyarakat langsung kami lakukan penangkapan. Pelaku kami tangkap saat menunggu rekan wanitanya menemani pria hidung belang di kamar hotel. Pengakuan pelaku, sekali main dipatok Rp 500.000 atau istilahnya short time. Pelaku mendapat keuntungan Rp 150.000 dari pria hidung belang sebagai tanda uang jadi,” Tegas Ipda Sadimun, Selasa,(06/04/2021).

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti uang tunai Rp 400.000, bukti transfer senilai Rp 150.000, sebuah handphone, alat kontrasepsi hingga pil kuat. Atas tindakannya, pelaku dijerat polisi dengan Pasal 296 atau pasal 506 KUHP atas dugaan mengambil keuntungan dari tindakan pelacuran.

 “Ancaman hukumannya lebih dari satu tahun penjara,” Tegas Ipda Sadimun.

 Kepada polisi, pelaku mengaku sudah lima kali menjalankan bisnis gelapnya lantaran tergiur dengan keuntungan besar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Awalnya itu ada pelanggan memesan kepada saya melalui telepon. Pria itu bilang ke saya begini. Mbak bisa massage (pijat)? temennya ada gak? Terus saya menuju hotel bersama teman saya. Saya nunggu di depan hotel. Tarifnya Rp 500.000 untuk sekali main,” aku NS kepada tim penyidik. (Im)

Related

Headline 1295771278187530656

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item