Surat Rekomendasi Kadis PU Pengairan Memicu Gejolak Di Masyarakat

Lahan Milik Pengembang Yang Di Rekom Dinas PU

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Surat rekomendasi yang di tanda tangani Plt Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi Dr. Ir. H. Guntur Priambodo MM, saat ini memicu konflik di masyarakat. Surat rekomendasi yang berbunyi, Batas Garis Sempadan dan Memindah Posisi Saluran Sekunder BKD 3 Desa Kradenan Kecamatan Purwoharjo dengan nomor 503/398/429.105/2021 yang terbit pada tanggal 01 Maret 2021, dinilai sangat merugikan masyarakat yang memiliki areal persawahan di sekitar lokasi yang terekomendasi tersebut.

Surat rekomendasi yang di tanda tangani langsung oleh Plt Kadis PU Pengairan ini merupakan persetujuan permohonan pemindahan aliran irigasi (sungai) yang di ajukan oleh Moh. Romdlon warga Dusun Wringinputih Kecamatan Muncar. Dengan terbitnya surat rekomendasi tersebut, akhirnya aliran irigasi (sungai) di tutup dan di pindah ke lokasi lain. Padahal aliran irigasi atau sungai yang di tutup ini merupakan sungai alam yang keberadaannya sangat dibutuhkan para petani.

Aliran irigasi/sungai yang di tutup oleh pengembang

Aliran irigasi/sungai yang di tutup oleh pengembang

Dengan ditutupnya aliran sungai yang awalnya berada tepat di tepi jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Purwoharjo dengan Kecamatan Cluring di nilai sangat menguntungkan pemohon. 

Karena aliran sungai yang awalnya menjadi penghalang akses masuk menuju tanah milik pemohon, kini posisi sungai pindah sisi belakang tanah yang akan di kavlingkan ini. Dengan pindahnya posisi sungai, otomatis nilai jual tanah milik pemohon meningkat drastis.

Meningkatnya nilai jual tanah dikarenakan denah batas tanah dan letak tanah berubah  yang dulunya dikelilingi sungai kini posisinya berada di tepi jalan raya.

Sungai lama yang terletak ditepi jalan raya

Sungai lama yang terletak ditepi jalan raya

Penutupan dan pemindahan aliran irigasi/sungai oleh pemilik tanah yang pengajuan permohonannya mendapat ijin rekomendasi dari Plt Kadis PU Pengairan, membuat pemilik tanah persawahan yang berada tepat di belakang tanah pemohon merasa sangat di rugikan. Pasalnya, keberadaan sungai baru yang dibuat pemohon, posisinya saat ini tepat berada di depan lahan persawahan milik warga. Otomatis akses masuk ke lahan persawahan tersebut menjadi tertutup oleh aliran sungai.(

Kepada MEMOPOS.com menjelaskan,dari awal pihak kami Pemdes Desa Kradenan tidak pernah memberikan ijin terhadap pengembang tersebut, karena saya harus cek dulu pada warga masyarkat sekitar setuju apa tidak. Karena banyak warga yang melapor pada kami tidak setuju kamipun juga tidak berani memberikan ijin, "Ungkap Kades Suyono. 

Lebih jauh Suyono menerangkan, saya juga merasa bingung bilamana kok tiba-tiba tiba pengembang tersebut mendadak sudah mengantongi ijin rekomendasi dari pihak PU. Bila seperti ini carannya khan ini membuat warga bingung,"Pungkasnya. (Im)

Related

Headline 4553698024340937528

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item