Lepasnya 4 Terduga Pembuat Dan Penjual Miras Oplosan Warga Kecewa

Barang Bukti (BB) Beberapa Jirigen Oplosan Di Polresta Banyuwangi

MEMOPOS.com,Banyuwangi - Penangkapan empat orang pelaku pembuat dan penjual miras oplosan jenis arak oleh Unit IV Resmob kota Sat Reskrim Polresta Banyuwangi pada hari Rabo (10/3/2021) lalu, membuat sebagian warga kecewa. Pasalnya, aparat kepolisian tidak melakukan upaya penahanan terhadap para pelaku.Padahal kawanan pelaku tersebut sempat di gelandang ke Mapolres Banyuwangi beserta barang bukti miras oplosan siap edar dan bahan bahan pembuatannya untuk diperiksa.

Awalnya, tindakan cepat dan tegas aparat kepolisian saat melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku pembuat dan penjual miras oplosan ini mendapat acungan jempol dari warga. Sanjungan dan pujian warga mendadak berbelok 180 derajat tatkala para pelaku terlihat bebas berkeliaran di kampungnya padahal belum genap 24 jam menjalani pemeriksaan dan hanya dikenai sangsi wajib lapor.

“Harusnya polisi itu adil saat menangani suatu perkara, gak tebang pilih kayak gini. Sebelumnya saudara saya pernah ditahan dan dipenjarakan dengan kasus dan barang bukti yang sama. Kenapa kasusnya Yudi cs ini gak ada penahanan. Ada permainan apa dengan Yudi cs,” Papar LS dengan nada geram saat menjelaskan ke awak media lewat jaringan WhatsApp, Kamis (16/3/2021).

Aksi penangkapan yang dilakukan tim Resmob Sat Reskrim Polresta Banyuwangi karena adanya laporan masyarakat terkait transaksi jual beli miras oplosan. Tepatnya di jalan Amertasari Dusun Glondong Desa Watukebo Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, tim Resmob berhasil mengamankan I Gede Yudi Priyanto alias Yudi (25) dengan barang bukti 10 jirigen ukuran 20 liter yang berisi cairan Ethanol 70%, Glyserin 30%, Medika Antiseptic Handrub LQ yang berada di dalam mobil toyota avanza warna hitam nopol B 2929 FI yang di kendarainya.

Selain menangkap Yudi, polisi juga berhasil menangkap tiga orang yang di duga kuat sebagai penjual miras oplosan. Ketiga orang tersebut adalah, Nur Hidayanti (39) alias Unyil warga Desa Kedungsari Kecamatan Tegaldlimo, Rizky Febrian Saputra (25) alias Olon warga Desa Kedungwungu Kecamatan Tegaldlimo, dan Suhadi (45) alias Pete warga Purwoagung Kecamatan Tegaldlimo. Penangkapan ketiganya merupakan hasil pengembangan dari penangkapan Yudi.

Dari ke empat pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 10 jirigen ukuran 20 liter berisi cairan ethanol 70% Glyserin 30% Medika Antiseptic Handrub LQ, 2 jirigen ukuran 30 liter yang berisi arak murni, 77 botol pastik ukuran 600ml yang berisi arak hasil racikan siap edar, 4 kilogram gula yang sudah dicairkan, 2 botol ukuran 1200ml pewarna makanan, alat tes kadar miras (alkohol), 2 corong air warna merah, 1 gayung plastik warna pink, 1 saringan teh warna merah, 1 gulung tali rafia, 1 timba ukuran 20 liter, 1 jirigen ukuran 18 liter, 1 jirigen ukuran 5 liter, 12 tas kresek warna hitam, 1440 tutup botol segel warna putih dan hijau, 1440 botol plastik ukuran 600ml, dan 1 unit mobil toyota avanza warna hitam dengan nopol B 2929 FI. Semua barang bukti tersebut saat ini diamankan di Mapolresta Banyuwangi.

Dari keterangan Yudi, cairan ethanol 200 liter yang berhasil diamankan polisi tersebut di beli dari wilayah Surabaya melalui paket pengiriman dengan sistem pembayaran COD sebesar 10 juta rupiah. Rencananya cairan ethanol tersebut akan digunakan untuk membuat arak oplosan.

Sedangkan komposisi arak oplosan buatan Yudi terdiri dari 40 liter ethanol, 300 liter arak murni, 2 liter gula cair, 120 liter air sumur, dan pewarna makanan. Setelah bahan bahan di campur jadi satu di dalam timba ukuran 20 liter, maka jadilah arak oplosan siap edar. Selanjutnya arak oplosan di kemas ke dalam botol plastik ukuran 600 ml.

Miras oplosan siap edar buatan Yudi tersebut lalu di kirim ke Unyil, Olon, dan Pete dengan harga 23.000 rupiah perbotolnya. Lalu ketiganya menjual ke konsumen dengan harga 35.000 sampai 40.000 rupiah perbotolnya. Aksi pembuatan miras oplosan jenis arak ini sudah dilakukukan oleh Yudi selama tiga bulan terakhir. Bahkan proses pembuatannya juga dikerjakan di dalam rumahnya yang berada di RT/RW 03/03 Dusun Patoman Desa Watukebo Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi.

Anehnya, ke empat terduga pelaku pembuat dan penjual miras oplosan jenis arak yang sempat di gelandang ke Mapolres Banyuwangi  beserta barang buktinya, kini masih berlenggang bahkan bebas berkeliaran. Bahkan, barang bukti 200 liter Ethanol 70% Glyserin 30% Medika Antiseptic Handrub LQ, 77 botol plastik ukuran 600ml berisi arak oplosan siap edar, beserta 2 jirigen ukuran 30 liter yang berisi arak murni tersebut masih terpampang di dalam ruangan Penyidik unit V Harda Polresta Banyuwangi. (Im)

Related

Headline 1291739838035762499

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item