Dipastikan Sisa Beras Impor Tidak Dipakai Untuk Warga Masyarakat Banyuwangi

H. Sugirah Wabup Banyuwangi

MEMOPOS.com,Banyuwangi - H. Sugirah Wakil Bupati Banyuwangi memastikan beras dari Vietnam sisa impor pada tahun 2018 lalu tidak diedarkan atau tidak dipakai untuk operasi pasar menjelang lebaran Idul Fitri.


Wabup Sugirah juga menolak kebijakan impor beras dan menilai jika beras sisa impor sampai digunakan operasi pasar justru akan menyakiti warga masyarakat kususnya para petani.


Persoalan ini akan kita tindak lanjuti terkait sisa beras impor tersebut. Kita akan perintahkan dinas-dinas terkait untuk memastikan agar beras ini tidak beredar atau digunakan operasi pasar di Banyuwangi,” Ungkap Pakde Sugirah biasa dipanggil Rabu, (31/3/2021).


Lebih lanjut Pakde Sugirah menyebutkan bila Banyuwangi merupakan daerah dengan produksi beras yang cukup tinggi. Secara kualitas pun, beras dari Banyuwangi layak untuk dipasarkan di pasar lokal bahkan pasar ekspor. Sebab itu, tidak elok jika operasi pasar malah menggunakan beras sisa impor yang mengendap selama 3 tahun lamanya.


“Banyuwangi telah menolak kebijakan untuk impor beras. Kami tidak mau membuat petani menderita dengan impor beras ini. Karena kahan kita ini sudah cukup subur dan mencukupi untuk kebutuhan pangan,” Imbuhnya.


Dengan demikian kata Sugirah, perihal anjloknya harga gabah, Pemkab Banyuwangi sendiri selama ini sudah berupaya dan sudah melakukan sejumlah langkah. Salah satunya dengan koordinasi dan bersinergi dengan Bulog, Badan Ketahanan Pangan (BKP), dan BUMN PT Pertani.


“Kita sudah berkoordinasi agar Bulog, BKP, dan BUMN PT Pertani menyerap gabah petani jika harga gabah di lapangan di bawah harga pembelian pemerintah,” Tandas Wabup.


Diterangkan pula oleh Pakde Sugirah, Dinas Pertanian selama ini sudah melakukan berbagai langkah dalam meningkatkan mutu gabah hasil panen terhadap para petani. Khususnya saat musim panen raya yang berbarengan dengan musim penghujan.


Di antaranya, ialah menggelar sekolah lapangan pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT), terkait cara budidaya padi yang baik sehingga menghasilkan gabah yang berkualitas. Baik dari sisi produksinya maupun dari segi kualitasnya.


Kedepannya, Pemkab Banyuwangi akan melakukan sosialisasi strategi tunda jual gabah petani. Secara berkala, petani diminta untuk terus memantau harga gabah dipasaran. Jika dirasa harga jual menguntungkan, maka petani bisa menjualnya saat itu.


“Maka petani harus bisa mengeringkan gabahnya sendiri dan disimpan. Namanya tunda jual. Sehingga saat panen raya di Banyuwangi, harga gabah bisa dikontrol.Pola panen serta penanganan pasca panen bisa dikelola secara baik,” Pungkasnya. (Im)

Related

Pemerintahan 5301592374887997189

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item