Anggaran Pembangunan Bak Cuci Tangan Di Desa Cluring Sangat Berlebihan

Kantor Desa Cluring

MEMOPOS.com,Banyuwangi - APBDesa Tahun Anggaran 2020 yang sudah dilaporkan Pemerintah Desa (Pemdes) Cluring ke Kementerian Desa (Kemendesa) untuk pembangunan bak cuci tangan (wastafel) yang berada di Kantor Desa Cluring Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, di duga kuat di mark up. Bayangkan, bangunan wastafel kecil yang tepat berada di depan ruang kepala desa ini menelan biaya sebesar 2.783.700. Dana tersebut tertuang di dalam APBDesa Cluring TA 2020 dengan kode rekening 2.04.90 dengan uraian Pembangunan Bak Cuci Tangan yang berasal dari sumber Dana Desa Silpa (DDS).


Uraian APBDesa Cluring TA 2020./Dokpri

Uraian APBDesa Cluring TA 2020./Dokpri

Menurut Khoirul Anwar (35) salah satu warga desa Cluring yang setiap hari bekerja di proyek bangunan ini menjelaskan, dana 2.783.700 rupiah tersebut kalau dibuat rincian detail penggunaannya, kurang lebih sebagai berikut. Untuk potongan PPH/PPN 10% Rp 278.370, beli semen 4 sak Rp 200.000, beli keramik 7 dos Rp 420.000, beli wastafel, kran, dan paralon Rp 500.000, dan ongkos tukang Rp 400.000. Dari rincian penggunaan pembelian matrial tersebut masih menyisakan dana sebesar 1.035.330 rupiah, padahal hanya matrial pasir yang belum terbeli. Sedangkan untuk harga pasir satu truk cuma 800.000 rupiah. Yang menjadi pertanyaan, masuk akalkah bangunan sekecil itu menghabiskan pasir satu truk? Kalaupun menghabiskan pasir satu truk, terus sisa uang yang 235.330 rupiah dikemanakan?

Pembangunan bak cuci tangan menelan biaya 2.783.700 rupiah dari anggaran APBDesa TA 2020./Dokpri

Pembangunan bak cuci tangan menelan biaya 2.783.700 rupiah dari anggaran APBDesa TA 2020./Dokpri

"Rincian itu saya buat menggunakan patokan harga yang paling mahal, dan jumlah material saya buat yang terbanyak. Kalau menurut hitung hitungan saya sebagai tukang batu, bangunan semacam itu paling banyak menghabiskan biaya 1,5 juta rupiah mas" jelas Khoirul, Selasa (16/3/2021).

Banyaknya dugaan penyelewengan dan penyimpangan anggaran APBDes Cluring dari tahun anggaran 2017, 2018, 2019, dan tahun 2020, membuat salah satu tokoh masyarakat yaitu Drs Nuratim angkat bicara. Pria paruh baya yang juga tergabung dalam LSM Kobra ini sangat kecewa dengan pihak Pemdes. Apalagi setelah melihat rincian alokasi anggaran APBDes dari TA 2017 sampai 2020. Menurutnya, banyak uraian alokasi anggaran di APBDes Cluring yang janggal.


"Sebagai warga desa Cluring kita berhak dan berkewajiban memantau jalannya penggunaan keuangan desa, agar tidak terjadi praktek korupsi di desa kita. Supaya jalannya pembangunan di Desa Cluring bertambah maju," Jelas Nuratim yang menjabat sebagai wakil ketua LSM Kobra ini. (Im)

Related

Pemerintahan 8647585670139784568

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item