Warga Tidak Mau Keluar Dari Tanah Miliknya,Kades Sebut Tanah Itu Milik Kehutanan

Kades Pemokong Saat Ditemui Wartawan


MEMOPOS.Com,NTB - Ketua Forum Pemilik Lahan Kawasan Wisata Tanjung Ringgit Lombok Timur (Lotim) Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs.Haji Zohri Al-Islami menyatakan sejumlah warga pemilik tanah terletak di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat (NTB) walaupun diusir warga tidak akan keluar dari tanah milik mereka.


Demikian dikatakan Ketua Forum Pemilik Lahan Kawasan Wisata Tanjung Ringgit Lombok Timur (Lotim) Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs.Haji Zohri Al-Islami saat ditemui Wartawan Media ini  bersama masyarakat setempat pada Senin (15/2/2021) di tanjung Ringgit Lotim.


Ketua Forum didampingi Tiem Pengacaranya Abdul Wahab,SH membenarkan bahwa pihaknya tengah menggugat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lotim di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Mataram terkait pembatalan Sertifikat hak milik Warga. 


Hingga saat ini perkara di PTUN Mataram masih dalam taraf pembuktian dan pemeriksaan saksi-saksi. Sebutnya.


Akibat dari pembatalan Sertifikat hak milik warga oleh BPN Lotim yang tidak prosedural itu masyarakat resah. 


Diingatkan kepada pemerintah atau siapapun dia untuk tidak sewenang-wenang mengusir atau menakut-nakuti masyarakat pemilik tanah di sekaroh.


Apalagi jika ada orang asing yang mencoba mengganggu ketenangan masyarakat pasti kami lawan. Tegas Zohri.

Negara kita Negara hukum, tidak boleh seenaknya mengusir warga.Apalagi jika dilakukan oleh aparat desa atau siapapun sangat tidak dibenarkan.


Tanah tersebut dikuasai masyarakat sejak jaman penjajahan Jepang dan  hingga saat ini masih dikuasai warga.  Dan sebagai bukti dapat dilihat dilokasi tanah yang dimaksud tidak dalam keadaan kosong. Tapi ada tanaman masyarakat berupa jagung dan lainnya. 


Warga juga bertempat tinggal dengan anak isteri dan cucunya disitu langsung ditanah tersebut sejak dulu hingga saat ini. 


Tidak ada yang keberatan. Lalu sekarang ini baru ada oknum yang ingin mencoba mengusir warga dengan alasan tanah Negara?.


Padahal  tanah tersebut bukan tanah milik Negara tapi tanah tersebut adalah milik masyarakat warga Negara Republik Indonesia yang sudah secara turun temurun menguasainya secara terus menerus .


Ketua Forum menambahkan diduga ada aparat desa yang mencoba menawarkan kepada warga pemilik tanah ganti rugi terhadap jagung yang ditanam diatas tanah warga tersebut sembari Ketua Farum memperlihatkan Foto dan ada pula Vidio percakapan aparat Desa dengan warga kepada wartawan media ini. 


Ditempat terpisah mantan Kades Pemongkong Kecamatan Jerowaru Lotim NTB Periode 2010 – 2016 Abdul Hanan menyatakan sejak tahun 1991 Desa Pemongkong sudah seribu jiwa. Sudah ada Sekolah.Sudah ada Masjid  dan lainnya. 


Yang kami ketahui lanjut Hanan pengukuhan Kehutanan pada tahun 2002. Sedangkan Sertifikat tanah masyarakat oleh BPN Lotim pada tahun 2000/2001.


Terbit Sertifikat tersebut sudah sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku.Tentu saja berdasarkan permohonan warga yang dilengkapi sejumlah persyaratan.


 Misalnya ada SPPT PBB tanah tersebut. yaitu ada Sporadik.ada asal usul tanah.Hibah.Jual Beli.Warisan.tidak dalam sengketa dan lain lain.  


Sebelum Sertifikat diterbitkan oleh BPN Lotim, tanah tersebut sudah puluhan tahun masyarakat menguasainya.


Walaupun  Sertifikat tidak ada maka tanah tersebut tetap saja menjadi milik masyarakat karena tetap dikuasainya hingga saat ini. 


Ditempat terpisah Kades Sekaroh Mansyur menyatakan bahwa ganti rugi terhadap jagung masyarakat itu belum ada kepastian. 


Demikian pula dananya belum ada keputusan.

Maksudnya mengajukan penawaran ganti rugi jagung tersebut kepada masyarakat sebagai solusi untuk disampaikan kepada pihak pemerintah jika masyarakat pemilik jagung menghendaki nya. tapi hingga saat ini belum diputuskan.sebutnya. 


Saya kata Kades tidak pernah memberikan kepastian tanpa koordinasi dengan masyarakat.  Pemilik tanah di sekaroh bukan hanya warganya saja tetapi disitu banyak warga pendatang. Terangnya.


Menurut Kades Tanah itu adalah milik kehutanan.Terkait masalah sertifikat adalah urusan Negara bukan urusan Kades Pemongkong.


Negara yang dimaksud adalah kehutanan. Kades menolak untuk menjelaskan terlalu jauh. Hal ini karena jangan sampai orang orang yang punya kepentingan itu menyebar luaskan isu yang tidak tidak-tidak. Sementara kita disini aman-aman saja. Katanya.


 Yang dibicarakan masalah jagung. bukan masalah tanah.kalau masasalah tanah urusan Negara.


 Masyarakat minta sampi panen maka kita berikan waktu sampai panen.  Masalah uangnya untuk ganti rigi jagung tersebut belum jelas karena kita sedang cari solusi. 


Saya lanjut Kades hanya bertanya masyarakat maunya seperti apa?. 


Maksudnya supaya masyarakat menyampaikan informasi  kepada kades supaya Kades menyampaikan kepada pemerintah.


 Baru kita tau uangnya dari mana. sekarang ini sedang dicarikan solusi jangan sampai kita saling merugikan.tapi sampai hariini belum ditemukan solusi Sebutnya.


Terkait alamat PT ESLKades mengaku tidak tau. Jadi karena orang ini sudah ada ijinnya yang syah dari Kementerian tuturnya.


 Atas pertanyaan wartawan Kades pun mengaku belum tau ijin apa yang dimiliki Perusahaan tersebut.saya bukan memihak kepada siapa siapa.


 Selain itu Kades mengaku belum mengetahui secara pasti berapa luas tanah milik warga.


 Kades Mansyur mengaku mulai menjabat sebagai Kades  tahun 2018 hingga saat ini. Ia membantah tidak ada staf desa,polisi babin TNI yang nakut nakuti rakyat. Tidak ada masyarakat yang pernah diusir. Tegasnya.


 Masyarakat hanya diberikan waktu sampai panen. Sudah saya  suruh Kadus Sunut supaya beritahukan kepada masyarakatnya jelasnya.


Terkait masyarakat tidak mau keluar dari tanahnya, Kades hanya menjawab itu urusan Negara.Itu bukan urusan saya sebagai Kades karena tanah itu tanah Negara.


 Saya tidak mau bicara lebih jauh masyarakat yang pegang sertifikat sekarang masyarakat saya atau masyarakat luar.


 ini yang perlu kita klarifikasi. Kalau  masalah urusan Hukum bukan urusan saya. Ketusnya.


Kades tidak mau melindungi masyarakatnya karena tanah tersebut adalah tanah Negara tutupnya.


Taqwa NTB.

Related

Headline 6906053981338481630

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item