Pondasi Terakhir Pemerintah Kabupaten Magetan Dalam Melambungkan PAD Di Pandemic Covid - 19


Oleh :

Robiatul Febriyani

Administrasi Publik

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Rancangan pembangunan imfrastruktur tentu pasti membutuhkan dana 

untuk mewujudkannya. Dari sumber pendanaan proyek pembangunan 

infrastruktur bermula dari Aanggaran Pendapatan Belanja Negara 70 persennya 

bermula dari pajak, pajak merupakan pondasi terbesar APBN. Pajak merupakan 

bagian penting suatu Negara yang terutang kepada pihak individu atau suatu 

badan yang memiliki sifat memaksa berdasarkan Undang-Undang dengan tidak 

mengharapkan timbal balik secara intens dan dipakai untuk kebutuhan negara agar 

masyarakat merasakan kemakmuran. Bagi warga negara yang sudah memenuhi 

dengan syarat wajib pajak guna membayar serta melaporkan pajaknya sebagai 

wujud dari kewajiban kepada pendanaan Negara dalam pembangunan nasional. 

Pajak yang dibayarkan oleh masyarakat akan dikembalikan secara tidak langsung 

kepada masyarakat melalui pembiayaan Negara dan pembangunan infrastruktur 

yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Akan tetapi di masa pandemi virus corona ini pemerintah Kabupaten 

Magetan mengatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah pada perubahan APBD 2020 

dinyatakan turun sekitaran Rp 15 Miliar, pak Hergunadi selaku sekretaris Daerah 

Kabupaten Magetan menyebut bahwa data Badan Pendapatan Pengelolaan 

Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) mencatat dalam APBD induk tahun 2020, 

PAD ditarhetkan mencapai Rp 222,6 Miliar.

Pandemi Covid-19 sudah membuat beberapa pos pendapatan daerah 

mengalami penurunan. Beberapa sector yang terjadi penurunan, antara lain pajak 

daerah turun dari Rp 56 Miliar menjadi Rp 53 Miliar dan pajak retribusi turun dari 

Rp Miliar menjadi Rp 18 Miliar. 

Akan tetapi, bebrapa sector sumber PAD yang justru naik. Dari 

pengelolaan kekayaan yang dipisahkan, mengalami kenaikan Rp 371 juta serta 

PAD yang sah naik sebanyak Rp 3,4 Miliar. Oleh karena itu, PAD diyakini bisa 

mengejar target. Karena dipertimbangkan ada peertumbuhan ekonomi di akhir 

tahun dengan stimulasi yang diberikan kepada pemerintah. Pihak Pemkab 

Magetan selama pandemic ini lebih memprioritaska selain sektor kesehatan pada 

pemulihan sektor ekonomi dan UMKM. Ibu Suci Lestari selaku Kepala dinas

[16/1 10:05] Andik: Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) 

Kabupaten Magetan memaparkan bahwa di tahun 2020 ini sosialisasi membahas 

pajak daerah yang diambil di daerah khususnya di Kabupaten Magetan mencapai 

10 jenis. 10 jenis inilah yang akan di paparkan kepada masyarakat, agar 

masyarakat bisa memahami bahwa pajak tersebut merupakan kewajiban dan wajib 

yang harus dibayar. Yang di adakan selama tiga hari 18-20 Februari 2020 di 

Kelurahan Selosari, Kecamatann Kawedanan, dan Kecamatan Maospati. Berharap 

masyarakat dapat memenuhi kewajibannya meskipun batas waktu jatuh temponya 

sampai 30 September serta masyarakat bisa membayar mellui ATM dan M-

Banking (Bank Jatim, BNI,BRI) karena melalui ATM dan M-Banking itu baru 

dilakukan di tahun 2020 yang menjadi terobosan baru untuk masyarakat agar lebih 

mudah dalam pembayaran pajak.

Ayo Mayarakat cerdas membayar pajak!

Related

Opini 9082426263741387214

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item