Penerimaan Pajak BPHTB Dan PBB Dalam Meningkatkan PAD Kota Surabaya

Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar daerah yang dapat meningkatkan PAD 

suatu daerah. Pajak yang diterima oleh daerah nantinya pun akan digunakan oleh pemerintah 

daerah untuk keperluan pemerintahan, selain itu manfaat dari penerimaan pajak juga dapat 

dirasakan masyarakat karena pajak juga digunakanuntuk keperluan masyarakat seperti 

perbaikan fasilitas umum dan infrastruktur dan juga akan ada banyak manfaat yang dapat 

diterima oleh masyarakat dengan adanya pajak.

Pajak memiliki beberapa jenis yang diterima dan dikelola oleh daerah, diantaranya adalah pajak 

hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral 

bukan logam dan batuan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak sarang burung walet, pajak bumi 

dan bangunan perdesaan dan perkotaan, dan bea perolehanhak atas tanah dan bangunan.

Diantara banyaknya jenis pajak yang diterima oleh daerah, pajak BHPTB dan PBB merupakan 

penerimaan terbesar bagi Kota Surabaya. BPHTB merupakan pajak yang dipungut atas 

perolehan hak atas tanah atau bangunan, sedangkan PBB merupakan pajak yang dipungut atas 

bumi dan bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan. 

Kota Surabaya sendiri merupakan ibu kota di Provinsi Jawa Timur sehingga kepadatan 

penduduk tidak dapat terelakan di kota Surabaya, dan karena hal tersebut maka tidak kaget jika 

BPHTB dan PBB menjadi penyumbang pajak terbesar di kota Surabaya.

Berdasarkan data dari BPKPD kota Surabaya pada tahun 2020, realisasi pendapatan daerah 

kota Surabaya mencapai 35 persen atau sekitar Rp. 9,83 triliun yang sebelumnya PAD 

ditargetkan Rp. 5,584. Pendapatan tersebut terdiri dari PAD, dana perimbangan pusat, serta 

lain-lain pendapatan yang sah seperti Dana Bagi Hasil (DBH) pajak dari pemerintah provinsi.

Pada tiap tahunnya PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas 

Tanah dan Bangunan) menjadi penyumbang terbesar dalam PAD kota Surabaya diantara jenis 

pajak lainnya dan hal tersebut tentunya sangat diharapkan oleh pemkot Surabaya supaya dua 

sektor pajak tersebut terus memberikan peningkatan dalam kontribusi PAD kota Surabaya 

kedepannya.

Dilihat dari situs bpkpd.surabaya.go.id yang menampilkan data pendapatan pajak daerah dari 

tahun 2011 sampai dengan 2018, PBB dan BPHTB selalu menermpati posisi tertinggi setiap 

tahunnya. Dimana pada tahun 2018 penerimaan PBB di kota Surabaya mencapai Rp. 1,170 

triliun yang sebelumnya ditargetkan sebesar Rp. 1 triliun, sedangkan penerimaan BPHTB 

mencapai Rp. 1,214 triliun.

Pada tahun 2019, PAD kota Surabaya mampu teralisasi Rp. 8,76 triliun yang sebelumnya 

ditargetkan pada Rp. 8.73 triliun. Perolehan PAD pada tahun 2019 disumbang oleh Pajak Bumi 

dan Bangunan (PBB) sebanyak 26%, disusul Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan 

(BPHTB) sebanyak 25%, dan sektor lain seperti hotel yang mampu mencapai Rp. 296 miliar, 

restoran sebesar Rp. 536 miliar.

Maka dari itu pemkot Surabaya khususnya BPKPD kota Surabaya menambahkan menu-menu 

khusus dalam aplikasi daring BPHTB dan PBB di kota Surabaya, hal tersebut dilakukan guna 

memberikan kemudahan kepada para wajib pajak daerah dan memberikan kesadaran kepada 

para wajib pajak untuk selalu taat untuk membayar pajak.

Dengan dimudahkannya para wajib pajak dalam membayar pajak, pemkot Surabaya 

mengharapkan para wajib pajak untuk sadar dan taat dalam membayar pajak, karena kesadaran 

para wajib pajak juga akan berpengaruh terhadap penerimaan daerah pemerintah kota 

Surabaya. Diharapkan dengan adanya kesadaran para wajib pajak untuk taat membayar pajak 

guna meningkatkan PAD kota Surabaya.

Namun, pada masa pandemi covid-19 ini BPKPD kota Surabaya juga telah memberikan 

fasilitas relaksasi bagi para wajib pajak untuk dapat melakukan pembayaran secara 

mengangsur, hal ini juga berlaku bagi perusahaan-perusahaan yang mengalami kendala dalam 

pembayaran karena dampak dari Covid-19. Hal tersebut dilakukan guna memberikan 

keringanan kepada para wajib pajak dan supaya para wajib pajak tetap sadar untuk taat 

membayar pajak.

Anisa Sulistyowati/ Universitas Muhammadiyah Sidoarjo/ Administrasi Publik

Related

Opini 7898462004920244892

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item