Efektivitas Dan Efisiensi Pengelolaan APBD Kota Tanggerang Selatan


MEMOPOS.com,Kota Tanggerang - Dalam hal keuangan daerah, optimasi anggaran perlu dilakukan secara efisien dan efektif sebagai wujud pertanggungjawaban publik pemerintah daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Output yang maksimal merupakan hasil dari penggunaan dana masyarakat yang efisien dan capaian target untuk kepentingan masyarakat dalam penggunaan anggaran haruslah secara efektif. 

Pelaksanaan APBD Kota Tangerang Selatan dari tahun 2014-2018 senantiasa disesuaikan dengan pokok-pokok reformasi pembangunan daerah dan program pembangunan daerah sebagaimana dokumen Rencana Pembangunanan Jangka 

Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan. 

Dalam waktu 5 tahun terakhir (2014-2018), APBD Kota Tangerang Selatan  mengalami fluktuasi baik dari sisi target penerimaan daerah maupun realisasi penerimaan daerah. Pada tahun 2014, target pendapatan daerah Kota Tangerang Selatan yang ditetapkan adalah sebesar Rp. 2.719.923.977.457,17,- dengan realisasi pendapatam daerah mencapai Rp. 6.905.241.814.860,17.- atau dengan tingkat pencapaian 253,88 %. Target pendapatam Daerah ini meningkat pada tahun 2014  dengan mencapai Rp.3.310.112.505.939.- dengan realisasi Rp.3.356.936.466.197,25.- atau dengan tingkat pencapaian 101,41 %. Di tahun 2018 yang lalu target pendapatan daerah Kota Tangerang selatan mencapai Rp.3.664.462.279.782,24,- dengan realisasi pendapatan daerah mencapai Rp.3.755.310.261.966.- atau dengan tingkat pencapaian 102,48 %. efektivitas penyelenggaraan keuangan pemerintah daerah Kota Tangerang 

Selatan selama lima tahun anggaran (2014-2018) sebagaimana yang tertuang dalam dokumen resmi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota 

Tangerang Selatan, dengan cara membandingkan realisasi PAD atas tujuan dan target 

PAD. Pengelolaan keuangan dikatakan efektif jika rasio efektivitas semakin besar.

Pertumbuhan pengelolaan keuangan daerah Kota Tangerang Selatan terlihat pada Kurun waktu lima tahun terakhir rerata PAD diatas 100%, realisasi paling tinggi terlihat pada tahun 2014 mencapai 118,09% sedangkan realisasi terendah tercatat pada tahun 2016 sebesar 108,24%. Indikasi tercapainya realisasi diatas target bisa disebabkan karena penetapan target sangat rendah, dan mudah tercapai (under- estimate). Hal ini bisa terjadi jika penetapan target tidak sesuai dengan potensi fiscal 

(Fiscal Potensial) tapi berdasar hasil tahun lalu (incremental). Penerimaan akumulasi yang belum diperhitungkan di tahun sebelumnya bisa menjadi penyebab kondisi ini.

Jika dilihat dari rerata rasio efektivitas dari tahun 2014-2018 dapat dikatakan tingkat pengelolaan dalam kategori efektif serta sangat efektif. Hal ini terlihat bahwa Kota Tangerang Selatan sudah menggali potensi daerahnya walaupun belum optimal.

Bersumber pada hasil serta pembahasan yang dilakukan, disimpulkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah Kota Tangerang Selatan berada pada kategori efektif serta sangat efektif. Pencapaian ambang efektivitas rerata tersebut memperlihatkan Kota Tangerang Selatan sudah menggali potensi daerahnya 

walaupun belum optimal. Sementara itu, tingkat efisiensi pengelolaan keuangan daerah Kota Tangerang Selatan berada pada kategori cukup efisien.


Penulis Oleh :

Mohammad Izzuddin ( Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)

Related

Opini 9045482227690404526

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item