Nurhayati Isteri Oknum Guru SDN Di Kota Mataram NTB Dipolisikan

Nurhayati Saat Di Temui Korlip Memo Pos Mataram

MEMOPOS.com,NTB - Fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan.Demikian dikatakan seorang perempuan bernama Kasmir, S.P.d.I (50) wiraswasta, saat ditemui wartawan media ini di Mapolres Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (16/11/2020) di Mataram.

Kasmir menjelaskan  bahwa dirinya korban berita/cerita bohong seseorang bernama Nurhayati.

Akibat dari cerita bohong itu maka pada tanggal, 18 September 2020  yang lalu Kasmir telah resmi mengirim surat pengaduan tindak pidana  kepada  Kapolres Mataram Nusa Tenggara Barat ( NTB) terhadap seorang perempuan bernama Nurhayati sebagai terlapor.

Terlapor Nurhayati yang dipolisikan itu bertempat  tinggal RT.05 Lingkungan Mapak Blatung, Kelurahan Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Kasmir, bahwa Isteri salah satu oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Mataram NTB  itu dipolisi kan terkait dugaan telah "bercerita bohong yaitu pada tanggal 17 Agustus 2020 telah bertemu Hendrik anak pak Yakub,SH dan Yakub,SH bersama Saidah, semuanya laki-laki bertempat di halaman rumah Yakub,SH padahal Nurhayati terlapor tidak pernah bertemu dengan Hendrik anak pak Yakub tersebut" Tegas Kasmir.

Akibat dari kedatangan terlapor Nurhayati dipekarangan rumah pelapor dan bercerita bohong dengan menyebut bertemu dan bersalaman dengan anak pak Yakub bernama Hendrik maka pelapor Kasmir menjadi korban yaitu  dicereikan/ditalak oleh Yakub selaku suaminya.

Maksud dan tujuan pelapor bersurat kepada polres Mataram Nusa Tenggara Barat ( NTB) agar terlapor isteri oknun Kasek itu diproses sesuai hukum yang berlaku karena membuat cerita bohong tanpa fakta sehingga pelapor menjadi korban.

"Pelapor mengaku perkataan yang diucapkan oleh terlapor terhadap diri pelapor dengan bercerita bohong sangat menyinggung perasaan dan menyakitkan hati sebagaimana dalam surat pengaduan saya pelapor." tuturnya.

Pelapor berharap kepada penyidik untuk melakukan penyelidikan yang selanjutnya ditingkatkan statusnya menjadi tersangka. Selanjutnya perkara tindak pidana tersebut dapat diteruskan kekejaksaan negeri Mataram untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Mataram NTB 

  Hal ini agar yang bersangkutan dapar pertanggungjawabkan  perbuatannya dihadapan hukum demi tegaknya supremasi hukum. Tegas Kasmir.

Ditempat terpisah terlapor Nurhayati menyatakan "Saya hanya  bercanda/guyonan saja. masa saya dilapor kepolisi?." Tuturnya.

Nurhayati biasa dipanggil ibu Nur itu menjelaskan bahwa pada hari senin tanggal 17 Agustus 2020 dirinya benar datang di pekarangan rumah ibu Kasmir.S.Pd.I.

Maksud dan tujuannya datang ketempat tersebut mencari tukang bernama Saidah untuk diberikan uang sebesar seratus ribu rupuah ongkos tukang karena saudara Saidah sudah kerjakan pondasi di ruma saya kata Nurhayati.

Saidah itu sama sama sebagai jamaah pengajian,kebetulan Saidah belakangan datang.

Saya masuk dipekarangan rumah pak Yakub dengan anak saya yang kecil boncengan karena saya kira Saidah ada disana. 

Tidak lama kemudian Saidah pun datang dan pada saat itu saya serahkan uang seratus ribu kepada saudara Saidah didepan pak Yakub.

Setelah itu Saidah pergi. Kemudian datang tamunya pak Yakub dengan anakya pak Yakub yang membawa ikan besar terus salaman dengan saya.tegas Nurhayati.

Karena saya baru bertemu, maka saya bertanya kepada pak Yakub.dijawab oleh pak Yakub.oo ini anak saya. Lalu saya bertanya lagi siapa yang membuatkan bumbunya pak sembari bejorak/bercanda dengan pak Yakub karena saya penjual bumbu ayam.

Atas pertanyaan wartawan media ini" apa yang dibicarakan?."  Nur menyatakan cuman ngasi uang saja kepada tukang bernama Saidah.

Nur bersumpah tidak pernah mengaku bahwa saya adalah isterinya pak Yakub.Masa saya mau ngaku suami orang.

sembari Nur ketawa.

Nur yang didampingi suaminya mengaku tidak tau dirinya telah dilapor kepolisi oleh ibu Kasmir. Saya berpikir bahwa perkara ini telah selesai karena saya anggap tidak ada masalah. 

Sebab kita satu jamaah.mana mungkin sy ada niat yang tidak baik.Saya ingin berdamai saja karena suami saya menyatakan bagaimana sajalah menurut dari pihak kepolisian.

Mungkin kalau orang lain bisa saja menuntut balik.  Tapi karena ini hal yang begini ini tidak ada masalah  mari kita berdamai saja.katanya.intinya terserah kepada pelapor bukan pada pihak kami.

" Kalau pelapor mau berdamai, marilah kita berdamai." Tutup nya.

Ditempat terpisah Saidah (28) membenarkan bertemu terlapor Nurhayati. Yakub,SH dan dirinya di pekarangan rumah Yakub,SH Tapi tidak bertemu dengan Hendrik anak pak Yakub pada tanggal 17 Agustus 2020. Saidah juga mengaku telah menerima uang seratus ribu rupiah dari Nurhayati sebagai ongkos tukang.

Ditempat terpisah Radisah (40) perempuan mengaku mendengar ibu Nurhayati bertanya siapa yang ambil barang? Lalu saya Radisah jawab ibu Kasmir. Selanjutnya ibu Nurhayati bilang siapa yang merasa belum bayar roķ terus sata cubit ibu Nurhayati.jangan bilang gitu.banyak orang kata Radisah singkat.

Ditempat terpisah Hajjah Amanah (40) menyatakan ibu Nurhayati ke rumah pak Yakub SH.katanya ibu Nurhayati ada orang disana bersalaman sama Hendrik anaknya pak Yakub. anaknya pak Yakub mungkin katanya.

Kalau bikin sambal ya saya bikinin karena dia jualan sambal.sebut Hajjah Amanah.

Sementara itu Hendrik dihadapan ayahnya membantah tidak pernah bertemu Nurhayati.tidak pernah bersalaman dan tidak pernah cium tangan Nurhayati. Tidak kenal dengan Nurhayati tegas Hendrik Kandidat Doktor itu.

Demikian pula Yakub,SH. yang ditemui wartawan media ini membantah bahwa Hendrik  tidak pernah bertemu Nurhayati tegasnya.red.(Taqwa)



Related

Headline 722299027005536947

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item