Dokter Faida Dukung Penuh KPK Bantu Mewujudkan Jember Bersih Dari Korupsi

Foto : Istimewa dr. Faida MMR

MEMOPOS.com,Jember- Salah satu hambatan untuk mewujudkan Jember menjadi Kota Layanan Publik adalah masih ada sisa-sisa dari birokrasi pemerintahan yang masih sulit untuk berubah menyesuaikan diri melayani rakyat. Oleh karenanya mutlak penuntasan agenda reformasi birokrasi untuk membangun pemerintahan yang bersih, bebas korupsi-kolusi-nepotisme (KKN) dan melayani rakyat. Kehadiran KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Jember sangat membantu mewujudkan Jember bersih dari korupsi. 

Hal ini disampaikan  dr. Faida, MMR yang kini cuti sebagai bupati Jember karena maju dalam pilkada Jumat (16/10) menanggapi kedatangan KPK di Jember baru-baru ini.

“Kedatangan KPK memeriksa justru mempercepat reformasi birokrasi di Jember. Semua pihak harus membantu KPK, karena ini semua untuk mempercepat Jember menjadi Kota Layanan Publik yang bersih dari KKN,” tegasnya kepada pers.

Menurut Faida, KKN masih kuat menjadi penghalang untuk mewujudkan pelayanan publik yang optimal. Hambatannya adanya  oknum di Jember  yang masih mempraktekkan cara-cara lama.

“Sehingga refomasi birokrasi tidak mudah dilakukan dan pelayanan publik sering mengalami hambatan. Misalnya, masih banyak kebijakan bantuan untuk rakyat yang belum tepat sasaran, sehingga yang berhak justru belum menerima,” jelasnya.

"Siapa yang menghambat? Saya tidak perlu sebut siapa. Yang penting, lima tahun kedepan tidak boleh lagi ada yang menghambat pelayanan rakyat dan pembangunan di Jember. Kita berterima kasih KPK ikut membantu,” ujarnya.

Faida menegaskan memang membutuhkan gerakan anti korupsi yang luas melibatkan masyarakat dan seluruh kekuatan pemerintah untuk memberantas KKN di semua lini di Jember.

“Untuk itu kami sudah siapkan berbagai rencana dan program khusus melawan KKN lima tahun kedepan. Rakyat harus terlibat. Karena selama ini dirugikan,” tegasnya.


*Tidak Mentolerir KKN*

Selama lima tahun memimpin Jember, dokter Faida dikenal tidak mentolerir KKN di Pemerintahan Kabupaten Jember.  Disiplinnya yang keras ini yang mengganggu kepentingan pihak yang tidak mau berubah.

 “Jadi wajar kalau mereka sekarang berupaya untuk mendeskreditkan Bupati Faida. Karena kenikmatan mereka melakukan KKN yang sudah berlangsung sebelum Faida berkuasa langsung macet,” ujar Mohammad Lutfi, mahasiswa yang berkuliah di Universitas Jember secara terpisah.

Ia juga menjelaskan, belakangan menjelang Pilkada 2020 oknum-oknum itu giat untuk menghambat Faida maju kembali menjadi bupati Jember lima tahun ke depan. Karena selama lima tahun Faida menertibkan pejabat dan birokrasi di pemerintahan Jember.

“Mereka berhasil mempengaruhi partai-partai politik untuk memboikot Faida untuk maju lagi. Berbagai manuver politik dilakukan, termasuk fitnah, intrik sampai pemakzulan oleh DPRD,” jelasnya.

Namun menurut Lutfi, oknum-oknum tersebut tidak menyangka dukungan rakyat pada Faida sangat kuat untuk kembali memimpin Jember lima tahun kedepan. Sehingga Faida tetap maju berpasangan dengan Dwi Arya Nugraha Oktavianto,  ST atau yang lebih akrab Mas Vian menjadi calon Wakil Bupati Jember.

“Artinya harapan rakyat pada Faida begitu besar dan luas tak bisa dibendung oleh partai-partai politik dan oknum-oknum sakit hati. Pilkada kali ini adalah pertarungan antara rakyat berhadapan dengan  oknum-oknum yang berhasil menungganggi elit-elit dari partai politik di Jember. Ini pertarungan antara kepentingan rakyat melawan kepentingan segelintir oknum yang biasa memperkaya diri dengan cara KKN,” ujarnya. (*)

Related

Politik 2515548315114513122

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item