Palsukan Nomor Rangka Dan Mesin Ketiga Pelaku Curanmor Dijebloskan Penjara

Pelaku Saat Diamankan Petugas Polisi

MEMOPOS.com,Surabaya - Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan pencurian kendaraan bermotor serta memalsukan nomer rangka dan nomer mesin.

Bukan hanya itu, pelakunya yang berjumlah tiga orang itu juga memalsukan dokumen BPKB, STNK dan persekongkolan jahat penadahan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat.

Tiga pelakunya yakni, Shafa Kurnia Haris (37), Yono (55), Chotib (50). Ketuganya merupakan warga Kabupaten Pasuruan.

Modusnya, Shafa ini melakukan pencurian dengan pemberatan bersama-sama dengan tersangka H (DPO) dengan menggunakan kunci T di malam hari, lalu Yono yang melakukan pemalsuan dokumen dan juga sebagai penadah.

Pelaku Yono juga membeli kendaraan motor dan mobil kemudian mengetok nomor rangka dan nomor mesin  kendaraan sesuai STNK dan BPKB yang dipesan melalui online.

Pelaku Chotib juga sebagai pencuri kendaraan yang dilakukan dengan Shafa Kurna dengan cara merusak kunci sepeda motor menggunakan kunci T.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pelaku Shafa bersama pelaku Chotib keliling untuk melakukan pencurian motor yang salah satunya di Dusun Sedati Kec. Ngoro Kab. Mojokerto dengan hasil sepeda motor Honda Beat warna hitam yang terparkir didalam pagar rumah kos kosan.

Mereka dibekuk berawal dari informasi masyarakat bahwa Yono sebagai pemilik kendaraan Honda Vario yang di belinya tanpa kelengkapan BPKB asli kemudian dirubah nomer mesin dan nomer rangka dengan menggunakan alat.

“Dengan menggunakan kelengkapan STNK dan BPKB yang bukan aslinya dengan tujuan di jual sesuai harga pasar dan berharap mendapatkan keuntungan yang besar dan dugaannya dua pelaku lainya sebagai eksekutor,” sebut Trunoyudo, Jum’at (4/9/2020).


Adanya informasi tersebut kemudian dilakukan penyelidikan dan benar pada saat dilakukan penangkapan, dari pelaku Yono ditemukan alat atau sarana yang di pergunakan untuk merubah nomer rangka dan nomer mesin.

“Petugas juga menemukan BPKB sesuai daftar laporan Polisi di Dusun Ngawen RT 001 RW 13 Kel. Parerejo Purwodadi Kabupaten Pasuruan,” tambah Trunoyudo.


Kepada Polisi, pelaku mengaku jika melakukan kejahatanya mulai bulan April tahun 2020. Biaya dalam membuat nomor mesin dan rangka palsu biaya pesanan dipatok 1 juta rupiah.

“Saya belajar dari media sosial cara buat nomor rangka dan nomor mesin mobil juga motor,” aku pelaku Yono.

Untuk BPKB dan STNK pelaku Yono mengaku beli dari online kebanyakan kendaraan dari kecelakaan yang suratnya nganggur.

“Di online harganya 2 juta hingga 2,5 juta rupiah,” tambah pelaku Yono
(Redho)

Related

Hukum Kriminal 3400466278646766896

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item