Flashback Banyuwangi Mencari Pemimpin

Penulis : Noval Wahyu Tsani (*)

Ratna Ani Lestari, bupati dengan dua segmentasi perdana untuk Banyuwangi. Menang Pilkada 2005 hasil pemilihan langsung rakyat Blambangan dan dia pula, sebagai bupati perempuan pertama di kabupaten pucuk timur Pulau Jawa.


Ratna perempuan. Tapi tangguh. Meski maju Pilkada dengan 18 partai gurem (tanpa kursi DPRD Banyuwangi), dia berhasil mengangkat trofi juara Pilkada pertama.


Padahal saat itu, dia harus berhadapan dengan sejumlah paslon jagoan laros. Sebut saja Suud-Syafii (PPP-Demokrat), Soesanto Suwandi- Abdul Kadir (Golkar), Achmad Wahyudi-Eko Sukartono (PKB) dan Ali Syachroni-Yusuf Widyatmoko (PDIP).


Ya, Pak Yusuf Widianto tampil sejak Pilkada langsung digelar di Banyuwangi. Dia mewakili PDIP, partai yang mengkadernya. Bahkan bersama PDIP, dia menduduki kursi DPRD Banyuwangi di tahun 2004.  


Periode berikutnya : Pilkada 2010, Ratna berniat running. Tak lagi bersama Wabup Yusuf Nur Iskandar. Melainkan berencana tampil bareng Pebdy Arisdiawan. Mungkin Ratna ngotot gandeng Pebdy, karena mantan aktivis HMI itu dikenal sebagai Ketua DPD Golkar Banyuwangi. 


Namun sial bagi keduanya. Mereka gagal maju Pilkada Banyuwangi, karena Pebdy dinilai membangkang keputusan pengurus pusat partai "Beringin Kuning" di Jakarta. Nasib Pebdy pun, sudah tak bisa nyalon wabup, jabatan Ketua Golkar-nya juga dicopot. Mirip Yusuf Widiatmoko di Pilkada kali ini : diancam pecat PDIP. 


Drama Ratna-Pebdy tamat. Kemudian, muncul tiga paslon yang bertarung ketat. Mereka semua pendatang baru di Pilkada Banyuwangi. Kecuali Yusuf Nur Iskandar dan Yusuf Widiatmoko, yang diperjuangkan PDIP digandengkan dengan Azwar Anas. 


Anas-Yusuf Widyatmoko (didukung PDIP, PKB, PKNU). Selain itu, juga ada nama Jalal-Yusuf Nur Iskandar (Partai Demokrat), dan pasangan Emilia Contesa-Zaenuri Ghazali (Partai Gerindra, PAN, Republikan). Namun diakhir pertandingan, Anas Yusuf Widiatmoko jadi pemenangnya.


Pilkada berlanjut di 2015. Anas - Yusuf Widiatmoko kembali bergandengan. Pasangan ini dinilai kuat. Sampai-sampai, mereka tak menemukan penantang sepadan. Alhasil, penantang keduanya : Sumantri Sudomo-Sigit Wahyu Widodo hanya meraih 84.431suara (11,03 persen).


Pilkada menuju dua periode Anas-Yusuf di Banyuwangi, diibaratkan tanpa kampanye pun, sejak awal mereka sudah ditebak menang. Kenapa?, Karena prestasi.


Ya, jika bupati (Samsul dan Ratna) sebelumnya berakhir di bui karena kasus korupsi, Anas tampil mengemas Banyuwangi, sebagai daerah sorotan pusat hingga Internasional. Sampai-sampai, Bupati Anas dikenal bupati visioner.


Semoga saja, Bupati Banyuwangi hasil Pilkada ini, mampu melanjutkan rintisan Banyuwangi Jenggirat dengan berkesinambungan. 


Penulis adalah Pemuda Kebalenan(*)

Related

Opini 285017803646176490

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item