Fauzi Bersaksi Kasus Korupsi Pasar

Fauzi Saat Dalam Persidangan 

MEMOPOS.com,Jember - Kepala Bapekab Jember Ahmad Imam Fauzi, menjadi salah satu saksi dari 12 saksi yang dihadirkan dalam persidangan kasus korupsi Pasar Manggisan, di Pengadilan Tipikor di Sidoarjo, Selasa (30/6). Dia dimintai keterangan tentang pergantian PPK proyek pasar dari Eko ke Anas Ma’ruf, hingga pertemuan Bupati Faida dengan sejumlah terdakwa di Pendapa Wahyawibawagraha.1/7/20

Fauzi, pun membebarkan kejadian yang sebenarnya, di bawah sumpah kitab suci Islam, yang diakui sebagai agama Fauzi. Seperti apa?
 “Saat itu ibu bupati memanggil Anas Ma’ruf (Kepala Disperindag), dr. Siti Nurul Qomariyah (Kepala Dinkes) dan Yessiana Arrifah (Dinas Peruhaman Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya). Mereka dipanggil, karena ketiga dinas yang dipimpin itu, serapan anggarannya paling rendah”

“Anas ditanya tentang program revitalisasi pasar, yang sudah diprogram tahun 2017 namun gagal. Bupati bilangnya begini : Nas, anak buahmu endak iso kerjo (yang dimaksud Eko). Revitalisasi pasar nggak mlaku. Iku program janjiku.  Yok opo iki nas?”

“Kemudian saya usul ke Ibu Bupati. Saya bilang, pernah baca aturan bahwa kepala dinas sebagai Pengguna Anggaran (PA), bisa merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)”.

“Setelah itu, Ibu Bupati tanya langsung ke Anas. Di hadapan kami. Bupati tanya begini : Yok opo Nas?. Lantas Anas jawab SIAP. Jawabannya saat itu tegas”.

“Tapi Ibu Bupati masih bilang begini : Anas iki endak pernah garap konstruksi. Sopo seng iso ngewangi?. Lantas Yessi menyanggupi. Kata Yessi begini : Saya siap bantu bu”.

Yessi pun tak mengelak dihadapan hakim, jaksa, serta pengacara terdakwa, tentang pernyataan Fauzi. “Iya, saya menawarkan akan membantu Pak Anas. Tapi usai pertemuan sampai sekarang, Pak Anas sama sekali tidak pernah meminta bantu ke saya”.

Soal pertemuan Bos PT. Maksi Solusi Enjinering Sugeng Irawan Widodo alias Dodik, bersama bekas anak buahnya, Muhammad Fariz Nurhidayat, dengan sejumlah pejabat Pemkab dan Bupati Jember di Pendapa Wahyawibawa, Fauzi tak melaknya.

“Pertemuan di pendopo benar itu. Ada saya, Yessi, Anas, Kepala Bagian Pembangunan. Bupati meminta Yessi menyampaikan proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sudah terealisasi di tahun 2017. Pak Dodik, kemudian diminta mengevaluasi, sedangkan Fariz hanya jadi operator, saat Pak Dodik pemaparan saat mengevaluasi”.

“Kami hanya diskusi. Karena Pak Dodik, punya konsep disain 3 dimensi. Dan tidak ada pembasan proyek pasar. Apalagi Pasar Manggisan. Kami berdiskusi, sharing, dan mendengar masukan Pak Dodik atas konsep disain 3 dimensinya”.

Yessi kembali membenarkan sejawat sesama pejabat ekselon 2 di Pemkab Jember itu. Bahkan menurut Yessi, pertemuan di forum diskusi yang digelar informal di pendopo bupati itu, dinilainya sebagai forum menambah ilmunya. Maklum, Yessi memang memiliki spesifikasi keilmuan tentang tata ruang kota. (*)

Related

Headline 4343398379742848263

Posting Komentar

emo-but-icon

Cafe Angkringan RC Banyiwangi

Cafe Angkringan RC Banyiwangi
Cafe Angkringan RC Banyuwangi Kecamatan Banyuwangi

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item