Diajak Sholawatan,Eh Ternyata Demo

Warga Mayang Saat Membawa Anak Anaknya

MEMOPOM.com,Jember - Foto keempat anak di bawah umur ini sengaja diblur. Tentu untuk menjaga identitas anak, yang harusnya tak terlibat dalam aksi demonstrasi. Selain berbahaya karena rawan gesekan, masa pandemi Covid-19 juga dikhawatirkan, demo semacam ini menjadi kluster baru penyebaran Virus Corona.

Namun di luar itu semua, ternyata orang tua anak-anak itu, tidak tahu jika mereka diajak datang ke bundaran DPRD Jember, untuk demo melengserkan Bupati Faida. Melainkan diajak Sholawatan.

Pengakuan itu disampaikan Juliatin, warga Kecamatan Mayang, saat diwawancarai wartawan MemoPos.Com yang sengaja wawancaranya direkam. "Endak tahu, awalnya diajak sholawatan. Bukan diajak demo, diajak istigosah," akunya, Rabu (22/7).

Dia sengaja membawa anaknya di area demonstrasi, karena jika ditinggal di rumahnya, tidak ada yang menjaga. Sebab suaminya sedang kerja. "Endak mau (hadir) kalau ternyata demo," katanya.

Pantauan wartawan di lapangan, keempat anak itu tanpa mengenakan masker. Bahkan jarak sosialnya pun tak terjaga. Foto itu diambil dari satu titik. Sedangkan di beberapa titik lainnya, hal serupa juga terjadi.

Koordinator aksi terus menggelar orasi, mendukung dewan segera melengserkan Bupati Faida, dengan segera melangsungkan Hak Menyatakan Pendapat (HMP), sebagai pintu pemakzulan.

Perlu diketahui, Bupati Faida bakal kembali maju di Pilkada Jember 2020. Rupanya, pasangan Faida-Vian meraih dukungan konkrit warga Jember. Terbukti, meski tanpa rekomendasi partai politik, Faida-Vian lolos mengantongi tiket rekom rakyat dengan 146.687 dukungan. Bahkan sudah disahkan KPU, Senin (20/7) kemarin. (*)

Related

Headline 4589822210951902212

Posting Komentar

  1. Dalam dunia politik tidak ada yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi, kalau perlu siapapun dan apapun bisa diperalat dan dijadikan alat, jadi politik itu kejam bagi yang mau jadi korban, dan politik itu menyenangkan bagi bagi para aktornya, politik plitik Monggo ngopi

    BalasHapus
  2. Bohong Berita ini. Bohong..
    Mana nama wartawan yg menulis ini kok tidak ditampilkan??
    Jangan kau bohongi rakyat!

    BalasHapus
  3. keterangan berita di atas smuanya hoax, tidak benar sama sekali.
    wartawan yg menulis di atas cuma berniat memfitnah rakyat

    BalasHapus
  4. Oalah kok aneh aneh virus durung ilang,,,datang masalah lagi,,sing sabar luuuurrrr,,,,

    BalasHapus
  5. Klo g tau maksud dan tujuan jgn menulis berita yg g nggak2 .nnt malah menimbulkan fitnah

    BalasHapus
  6. hoax ni artikelnya..... fitnah mulu

    BalasHapus

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item