Transparansi Penanganan Covid - 19

Oleh : Ditya Gita Anggraeni
Mahasiswi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Sejak akhir tahun 2019 lalu, telah beredar kabar tentang jenis virus baru di Wuhan, Cina yang menyebabkan banyak masyarakatnya meninggal dunia. Kemudian, di awal tahun 2020 virus tersebut mulai menyebar ke sebagian besar negara dan menyebabkan banyak warga di dunia meninggal sehingga World Health Organization (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai pandemi.
Di Indonesia sendiri, virus ini mulai meluas penyebarannya sejak awal bulan Maret lalu. Berdasarkan data dari covid19.go.id bahwa jumlah masyarakat yang positif terpapar Covid-19 per tanggal 31 Maret 2020 sebanyak 1.528 orang dengan rincian 81 orang dinyatakan sembuh dan 136 orang meninggal dunia. Berkaitan dengan data tersebut dapat kita amati tentang percepatan Covid-19 dalam menjangkit manusia. Dihitung dari awal bulan Maret hanya 2 orang yang terpapar Covid-19 hingga akhir bulan Maret virus tersebut telah menyebar dan menjangkit ribuan warga Indonesia. Hal ini kemudian menjadi perhatian pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19.
Sebenarnya, kita dapat melakukan kegiatan pencegahan seperti rekomendasi dari WHO. Pertama, menjaga kesehatan agar imunitas atau kekebalan tubuh meningkat, kedua mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan sabun, ketiga menutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan atas bagian dalam ketika batuk dan bersin, keempat menghindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum, kelima menghindari dalam menyentuh mata, hidung serta mulut, dan keenam menggunakan masker.
Adapun hal yang paling penting dalam menekan penyebaran Covid-19 adalah menghindari kontak langsung antar manusia. Sehingga pada tanggal 15 Maret 2020, Presiden Joko Widodo secara resmi mengeluarkan himbauan untuk menghindari kontak dekat maupun kerumuman dengan bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah kepada seluruh instansi, baik negeri maupun swasta. Hal inilah yang kemudian menjadi latar belakang beberapa instansi dalam menerapkan Work From Home (WFH).
Covid-19 pun sangat berdampak pada segala macam aspek seperti sosial,. Kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya, bantuan yang diberikan pemerintah maupun swasta untuk mengatasi permasalahan ini pun tak cukup untuk menutupi segala kekurangan yang dirasakan masyarakat. Banyak masyarakat di pelosok negeri yang tidak dapat merasakan bantuan yang diberikan pemerintah, bahkan yang ada di ibukota pun bantuan tersebut di nilai kurang merata. Banyak tanggapan yang menilai adanya korupsi dan manipulasi berskala besar dalam kasus ini. Oleh karena itu, masyarakat menuntut adanya transparansi dana oleh pemerintah.
Seperti yang kita ketahui dan sudah menjadi konsumsi publik bahwasannya banyak oknum pemerintah maupun swasta yang memanfaatkan adanya pandemi ini (COVID-19) untuk mencari keuntungan demi kepentingan pribadinya dengan cara mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dari masyarakat yang membutuhkan. Masyarakat menilai, banyaknya korban meninggal dalam pandemi ini adalah rekayasa, tidak semuanya yang terdata meninggal dikarenakan covid-19, Dan saya sendiri menjumpai kasus seperti itu di sekitar saya. Jadi, ada teman dari Ibu saya yang meninggal dan pihak rumah sakit menyatakan beliau positif COVID-19 padahal 12 Hari setelah kematian beliau, hasil test SWAB membuktikan bawa beliau negatif C0VID-19.
Seharusnya, kita menunjukkan sesuatu yang benar benar ada dan terdapat bukti yang jelas, apalagi untuk wabah yang mendunia seperti COVID-19. Harusnya semaksimal mungkin kita mencegah, memberikan penyuluhan yang tepat dan baik kepada masyarakat awam dan memberikan efek jera kepada yang masih tidak mengikuti aturan dan kebijakan dari pemerintah demi kesehatan dan kebaikan kita bersama. Bukan malah terus menunjukkan jumlah korban yang begitu besar dan belum tentu hasilnya benar. Sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya kita menjaga nama baik negara kita pada halayak umum.
Tidak hanya itu, Kita juga harus pandai-pandai memilah dan memilih informasi, sehingga bisa melakukan mencegah virus corona dengan tepat. Bila tidak memilih informasi yang benar, bisa memunculkan kepanikan, bahkan justru menghambat pencegahan penularan wabah Covid-19.
Alkohol
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa tidak benar minum alkohol bisa membunuh virus Covid-19. Ketika virus telah memasuki tubuh seseorang, menyemprotkan alkohol atau bahkan meminumnya tidak akan bisa membunuh virus tersebut. WHO menegaskan bahwa alkohol dan klorin bisa dipakai untuk mendesinfeksi permukaan suatu benda. Namun keduanya harus digunakan dengan rekomendasi yang tepat.
Teh
Minum teh dapat membantu mencegah penularan Covid-19 pada tubuh manusia adalah klaim yang tidak ada bukti ilmiahnya. Selain itu, tidak ditemukan penelitian yang kredibel yang menggunakan teh panas untuk menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus Covid-19. Seorang ahli imunologi membantah jika teh bisa mencegah penularan Covid-19, menurutnya virus Covid-19 menginfeksi sel epitel alveolar di paru-paru, sementara teh yang diminum tidak akan mencapai paru-paru. Dilansir dalam laman resmi WHO, Diketahui bahwa Covid-19 merupakan keluarga besar sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan sindrom pernapasan akut parah (SARS), dan ketiganya adalah virus corona.
Bawang Merah
Klaim bawang merah yang dikupas bisa menyedot dan membunuh virus adalah klaim yang salah. Klaim ini adalah hoax lama yang kembali diedarkan dan dikaitkan dengan wabah Covid-19. Situs pemeriksaan luar negeri, snopes.com, telah menyatakan bahwa menempatkan bawang potong dalam mangkuk di sekitar rumah tidak akan melawan virus, bahkann virus flu sekalipun. Organisasi National Onion Association (NOA) mengklaim bahwa hal tersebut hanyalah mitos.
Ganja
Ganja dapat menangkal virus Covid-19 adalah informasi yang salah. Sampai saat ini belum ada bukti bahwa kandungan dalam ganja dapat menangkal Covid-19. Pimpinan Sains, Dr Andy Yates, mengklaim bahwa hal tersebut merupakan informasi yang menyesatkan.6 d
Air Hangat, Garam dan Cuka
Berkumur dengan kombinasi air hangat, garam, dan cuka, digunakan sebagai cara menghilangkan gejala yang berhubungan dengan pilek dan flu seperti sakit tenggorokan tidak ada bukti bahwa hal tersebut dapat menangkal dan menghilangkan infeksi dari covid-19. Minum air yang yang cukup agar terhindar dari dehidrasi merupakan saran kesehatan, tetapi berkumur dengan kombinasi cuka diragukan menghilangkan virus corona.
Air Putih
Sementara, klaim minum air putih dapat mencegah corona, fakta menurut WHO menyarankan untuk memperbanyak minum air putih, namun mereka tidak membenarkan jika air putih dapat menyembuhkan corona.

Related

Opini 2228092431089746604

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item