Penyesuaian Alokasi Anggaran APBD Kabupaten Sidoarjo Dalam Penanganan Covid 19



Oleh : Moch. Rifqi Abdillah, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Program Studi Administrasi Publik 2020.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama dengan DPRD mengalokasikan anggaran APBD terhadap penanganan pandemi Covid-19 dengan berdasarkan aturan perundang- undangan tentang penyesuaian APBD tahun berjalan supaya tepat sasaran dan untuk mencegah penyelewengan, penggunaan anggaran ini diawasi oleh legislatif. Alokasi anggaran akan difokuskan ke beberapa titik seperti warga terdampak, pengadaan alat pelindung diri (APD), masker dan disinfektan, dll. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengalokasikan anggaran Rp 407 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19, dana tersebut ada belanja langsung organisasi perangkat daerah (OPD), belanja tidak langsung dan belanja tidak terduga (BTT).
Pemkab Sidoarjo juga akan membagi sembako bagi 135 ribu rumah tangga miskin selama dua bulan dengan dua kali penyaluran. Anggarannya Rp 40,5 miliar, Dengan harga per paketnya Rp 150 ribu. Terdiri dari beras 5 kg, gula 2 kg, minyak satu liter, dan mie instan. Kemudian yang terkena PHK dan UMKM yang terdampak sosial Covid-19 ada 24.600 orang.. Laporan oleh Pemerintah Daerah penggunaan anggaran yang berasal dari belanja langsung sebesar Rp 129 miliar sedangkan berasal dari belanja tidak langsung sebesar 75 miliar, adapun anggaran lain anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari kegiatan pengembangan kawasan industri sepatu di Krian Rp 450 juta, anggaran pengerjaan fisik frontage road Dinas Pekerjaan Umum, Bina
Program lain yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo adalah bantuan untuk Kampung Tangguh Semeru yang terbentuk di setiap desa dan kelurahan yang didukung langsung oleh masyarakat, program tersebut dimaksudkan sebagai strategi menciptakan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang diprediksi berlangsung lama. Agar kampung tangguh ini berjalan optimal, diperlukan biaya operasional yang tidak sedikit. Biaya itu berasal dari swadaya masyarakat, bantuan APBDes, dan bantuan pemda yang bersumber dari APBD. Hingga saat ini pemda telah melaporkan penggunaan anggaran yang berasal dari belanja langsung sebesar Rp 129 miliar. Adapun anggaran yang berasal dari belanja tidak langsung penggunaannya baru sekitar Rp 75 miliar. Namun, rincian laporannya belum disampaikan.
Berdasarkan hasil evaluasi bantuan pokok akan diberikan secara tunai selain itu, biaya pengadaan barang dan distribusi yang sangat tinggi. Nilainya lebih dari Rp 2 miliar untuk satu kali penyaluran.

Related

Opini 5894993907315727352

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item