Pandemi Covid - 19 Mempengaruhi Kehidupan Dan Kualitas Hidup Masyarakat

Foto : Istimewa Banner Covid 19


Oleh : Bella Anggun Kornelia
Mahasiswa Prodi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

MEMOPOS..com,Sidoarjo - Covid-19 atau yang biasanya sering disebut dengan Virus Corona merupakan virus yang terbilang ukurannya sangat kecil seperti ubur-ubur, akan tetapi sangat ganas bahkan sudah mematikan banyak orang dan hampir diseluruh dunia mengalami virus tersebut. Virus tersebut muncul bermula dari Negara China (Kota Wuhan) yang terjadi pada akhir Desember tahun 2019, lalu virus itu mulai menyebar di berbagai negara contohnya negara Amerika Serikat, Italia, Spanyol  adalah negara yang paling banyak memakan korban jiwa dalam setiap harinya. Dan pandemi virus corona ini ternyata juga menyebar di negara kita yaitu Indonesia pada akhir Februari atau awal Maret sampai sekarang. Akibatnya pun sangat fatal bagi kehidupan masyarakat di kota maupun di desa karena virus tersebut. Hal itu juga sangat berdampak bagi finansial atau perekonomian masyarakat setempat.
Perubahan yang terjadi sangat drastis, yang semula hidup susah sekarang menjadi tambah ssusah, dan orang yang semula tidak mampu menjadi sangat berkekurangan akibat perekonomian mereka tersumbat dan banyaknya para pegawai yang sudah tidak bisa bekerja lagi (PHK) atau di rumahkan untuk sementara waktu. Kini masyarakat lebih mengandalkan kecangihan teknologi digital untuk tetap dapat menjalani kehidupan dan melakukan aktivitasnya lagi di tengah pandemi Covid-19 ini serta di tengah kebijakan Physical Distancing dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Lalu bagaimanakah kelanjutan kehidupan masyarakat semenjak maraknya wabah Virus Corona ini?  Dampak Covid-19 yang paling terasa mengganggu adalah (1) kehidupan sosial, yaitu menempati urutan paling tinggi yakni 48% (2) kekhawatiran akan karir dan pekerjaan (44%), kemudian (3) tertundanya rencana untuk berlibur dan berwisata (39%), dan tidak bisa melakukan kebiasaan berbelanja di mall (24%).
Lebih parahnya lagi, Virus Corona ini juga membuat banyak orang tidak bisa beraktivitas secara normal. Tempat-tempat ibadah bahkan ditutup, bandara internasional, kereta api (KRL), kapal, dan bus umum sudah tidak beroperasi lagi seperti biasanya. Akibatnya, pegawai bandara mulai dari Pilot, Pramugara, Pramugari dan para staff lainnya yang tadinya menerima gaji penuh, mulai bulan Mei tahun 2020  hanya menerima gaji separo bahkan ada yang tidak menerima gaji sama sekali atau dirumahkan. Pandemi ini juga ikut dirasakan oleh para pedagang, ojek online (ojol) karena aktivitas sekolah maupun perkuliahan diliburkan, hal ini menyebabkan perekonomian mereka menjadi anjlok karena tidak ada pemasukan yang pasti dan mereka menjadi susah atau tidak bisa menafkahi keluarga mereka dan membiayai sekolah anak-anak mereka, akan tetapi sampai sekarang kapan Pmerintah akan kembali membuka sekolah kembali, karena banyak anak-anak yang sudah merasa bosan dirumah saja, tidak bisa bermain bersama teman-temannya dan tidak bisa berkomunikasi dengan lancar di luar.
Akhirnya Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan-kebijakan untuk menunjang kehidupan masyarakat, salah satunya yaitu dengan memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Rp. 600 rb perbulan bagi kalangan kecil atau rakyat miskin, akan tetapi masih banyak yang belum menerima bantuan tersebut karena diduga salah sasaran, dan malah diambil alih orang yang tidak berhak menerimnya. Dan bantuan yang selanjutnya yaitu PLN (Perusahaan Listrik Negara) itu hanya diperuntukkan untuk masyarakat yang daya liisrtiknya 450 Watt digratiskan selama 3 bulan mulai dari bulan April, Mei hingga Juni. Selanjutnya untuk yang 500 Watt hanya bayar 50% tetapi itu untuk yang non subsidi.
Warga terdampak pandemi Covid-19 yang kehilangan pekerjaan disediakan bantuan melalui Kartu Pra Kerja, pelaku UMKM juga mendapatkan kesempatan untuk meringankan beban karena ada stimulus Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sedangkan dari dana desa, disediakan program BANSOS untuk 10 juta keluarga. Selain itu Pemerintah juga menggagas percepatan program padat karya tunai untuk mencetak lapangan kerja. Akan tetapi masyarakat dihimbau untuk mengawasi agar semua BANSOS tersebut dapat tersalurkan dengan lancar dan tidak ada penyelewengan. Dan diharapkan Pemerintah menerapkan prinsip kehati-hatian dan transparani dalam pengelolaan dana penanganan Covid-19 senilai sekitar Rp 405 Triliun. Langkah itu perlu dilakukan sehingga dapat meminimalkan kebocoran anggaran dan pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan.
Hari ini Pemerintah pusat menambahkan bantuan BPNT di Jawa Timur, dari sebelumnya 2,8 juta ditambah 1,04 juta lagi yang akan menerima BPNT. Pemprov akan menambahkan bantalan, baik untuk yang sudah dapat BPNT maupun yang belum. Pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur juga melakukan hal yang sama yakni dengan merelokasi 6-7 persen APBD nya untuk penanganan Covid-19 di daerah. Dan jikalau Pemerintah kabupaten/kota melakukan hal yang sama, merelokasikan 6-7 persen anggaran APBD masing-masing untuk penanganan Covid-19 di daerah masing-masing, maka ini juga akan menjadi bantalan yang kuat. Dan Pemrop Jawa Timur anggarkan Rp 2,384 Triliun untuk menangani Corona.

Related

Opini 8245264860859385666

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item