Pandemi Covid - 19,Berdampak Pada Anggaran Tukin ASN


Oleh : Novita Eka Safitri
Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

Covid-19 atau yang biasa kita sebut dengan Corona adalah istilah suatu virus yang telah banyak membuat keresahan pada seluruh lapisan masyarakat dari berbagai penjuru dunia. Covid-19 sudah banyak memakan korban hingga ratusan orang meninggal dan puluhan lainnya terinfeksi. Virus ini awal kali muncul di Kota Wuhan, salah satu kota di Negara China. Dari awal kemunculannya banyak isu-isu yang kabarnya virus ini muncul dikarenakan warga setempat di Wuhan mengkonsumsi makanan yang berasal dari hewan yang tak lazim untuk di konsumsi. Hal ini masih menjadi teka-teki besar darimana virus ini tercipta, dikarenakan belum adanya informasi jelas soal asal muasal kemunculan virus tersebut. Dari semenjak awal kemunculannya lambat laun semakin meningkat jumlah korban dari berbagai negara salah satunya di negara Indonesia. Jumlah kasus terbesar awal mula pada Ibu Kota Jakarta sebagai pusat pemerintahan, kegiatan bisnis, perdagangan dan jasa serta kawasan utama dari pengembangan infrastruktur. Banyak yang dirugikan sejak merebaknya masalah  ini mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, bahkan sampai mengancam sektor perekonomian masyarakat salah satunya di negara Indonesia. Perekonomian melemah karena terbitnya berbagai aturan yang wajib dipatuhi mulai dari Work From Home (WFH), Pembatasan Sosial (social Distancing), sampai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dicetuskan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dan tentu saja banyak menimbulkan polemik dan persepsi masing-masing dari kalangan masyarakat perekonomian kebawah. Tentunya banyak yang mengeluhkan karena para pekerja yang jenis pekerjaannya mengharuskan untuk keluar kota atau bahkan dekat dengan daerah yang terdampak pasti juga ikut terkena imbasnya, dan imbasnya pun tak main-main bahkan sampai di PHK. Bagaimanapun segala bentuk aturan ini merupakan salah satu usaha penyelesaian dari pemerintah pusat demi kebaikan bersama agar Pandemi Covid-19 cepat berakhir di Indonesia. Saat ini kasus positif corona di Indonesia totalnya tercatat mencapai 42.765 orang, Pasien yang di nyatakan sembuh dari corona tercatat total mencapai 16.789 orang, sedangkan untuk kasus kematian tercatat total 2.339 jiwa.
 Dari banyaknya korban yang tertular virus corona serta pemberian bantuan untuk masyarakat yang lingkungannya terkena dampak pastilah membutuhkan dana yang amat besar dari perawatan sampai dengan di nyatakan bebas dari virus tersebut. Anggaran penanganan ini telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) dari Anggaran Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.851,10 triliun (termasuk didalamnya tambahan belanja untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp255,110 triliun). Namun anggaran ini tentunya masih membutuhkan lebih banyak lagi mengingat korban yang terpapar semakin membludak serta belum adanya vaksin yang ditemukan. Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta pada tiap-tiap pemerintah daerah untuk memangkas anggaran tunjangan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah. Sri Mulyani mengatakan, dalam situasi kalut seperti ini pemerintah daerah diharapkan bisa menurunkan besaran anggaran tunjangan kinerja setidaknya sama dengan besaran pemerintah pusat. Sebab, dengan kondisi demikian, tak hanya anggaran penerimaan pemerintah pusat saja yang berada dalam titik kondisi tertekan, penerimaan asli daerah (PAD) pun juga merasakan kondisi yang sama. Hal ini disusul dengan keputusan pemerintah pusat memangkas anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp94 triliun, tahun ini anggaran TKDD mencapai Rp856,94 triliun. Anggaran TKDD tersebut terdiri dari transfer ke daerah sebesar Rp784,94 triliun dan dana desa sebesar Rp72,00 triliun. Rinciannya termasuk Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, DAK Non Fisik, Dana Otsus hingga Dana Insentif Daerah. Sri Mulyani menambahkan pemerintah daerah saat ini juga mengalami tekanan demi tekanan dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena waabah Covid-19 saat ini. Dia mencatat tingkat penurunan PAD di Pulau Jawa bisa mencapai 40%, bahkan di Jakarta turunnya bisa mencapai 50%. Tentu sebagai efek sampingnya pada kalangan ASN banyak yang menuai penolakan sebab tunjangan yang seharusnya diberikan justru malah dipangkas untuk pengalihan biaya penanganan Covid-19. Bagaimanapun juga pengalihan anggaran tersebut oleh Pemerintah Pusat tetap dilaksanakan mengingat tidak ada pilihan lain, mau tidak mau, suka tidak suka masyarakat hanya bisa menerima keputusan pemerintah pusat demi kestabilan keuangan negara Indonesia. Dengan demikian mengapa tukin ASN tidak diberikan pada saat ini dikarenakan mengingat masih banyaknya masyarakat yang perekonomiannya belum membaik saat pandemi ini, pemerintah pun tak tinggal diam untuk membiarkan mereka mengalami hal yang lebih terpuruk  dari sebelumnya. Maka diambil lah jalan tengah tersebut agar masyarakat yang kurang berada bisa mendapatkan bantuan makanan dan tidak timbul pula kasus lain yaitu kematian yang diakibatkan oleh kelaparan. Melihat dari sisi ASN pun masih tetap mendapatkan gaji pokok mereka untuk biaya keseharian selama pandemi ini. Setelah pandemi ini berlalu dan roda perekonomian kembali stabil maka semuanya akan kembali normal seperti sediakala dan pencairan dana tukin untuk ASN pun tidak ada lagi penganggu.

Related

Opini 2996290034201682477

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item