Memaksimalkan Alokasi Dana APBD Untuk Pemberian Bantuan Pada Masa Pandemi Covid 19

Gambar : komisi DPRD membahas pengalokasian dana APBD

Santi Dwinovia
Mahasiswa Prodi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

MEMOPOS.com,Sidoarjo - Covid-19 merupakan virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Hubei, China pada november 2019, virus ini memiliki kemampuan menyebar dengan sangat cepat, saat ini sebanyak 7,94 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi oleh virus corona, dengan korban meninggal mencapai 435 ribu jiwa. Covid-19 menyerang pernafasan manusia, sehingga saat terkena virus ini akan kesulitan untuk bernafas dan akan menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu.
Covid-19 pertama kali muncul di indonesia pada bulan maret 2020 yang menginfeksi seorang ibu dan anak yang berdomisili di Depok. Saat pertama kali virus ini masuk ke indonesia, pemerintah masih belum siap untuk menghadapi pandemi ini, sehingga covid-19 menyebar begitu cepat di seluruh indonesia, saat ini sebanyak 40.400 orang di seluruh indonesia telah terinfeksi oleh virus corona, dengan korban jiwa yang mencapai 2.231 orang dan jumlah ini terus bertambah setiap harinya.
Pemerintah telah melakukan berbagai macam pencegahan terhadap virus ini, mulai dari lock down, PSBB hingga pada akhirnya memilih untuk hidup berdampingan dengan virus ini dengan dimulainya penerapan new normal, new normal terpaksa dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki perekonomian di indonesia yang semakin memburuk. Covid-19 telah membawa banyak dampak buruk di setiap sisi kehidupan manusia, banyak masyarakat yang telah kehilangan pekerjaan mereka akibat virus ini, hal ini mengakibatkan masyarakat kesusahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanganan terhadap covid-19, salah satunya dengan mengalokasikan dana APBD untuk penanganan Covid-19. Dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) menurut Permendagri Nomor 21 tahun 2011 merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah yang dibahas dan disetujui oleh pemerintah daerah dan DPRD, serta ditetapkan dengan peraturan daerah.
Pengalokasian dana APBD dilakukan sesuai dengan instruksi menteri dalam negri (permendagri) nomor 1 tahun 2020, di dalam instruksi tersebut disebutkan agar seluruh kepala daerah untuk segera melakukan percepatan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran untuk kegiatan tertentu. Instruksi tersebut juga berisi perintah soal realokasi anggaran untuk meningkatkan kapasitas penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi terutama menjaga agar dunia usaha daerah masing-masing tetap hidup, dan penyediaan jaring pengamanan sosial atau social safety net.
Dana APBD yang dialokasikan pemerintah untuk penanganan corona sebesar Rp 56,57 triliun, pengalokasian ini berfokus pada 3 bidang, yang pertama digunakan untuk penanganan kesehatan sebesar Rp 24,10 triliun, penanganan dampak ekonomi sebesar Rp 7,13 triliun serta untuk penyediaan jaring pengaman sosial sebesar Rp 25,34 triliun.
Penangan covid-19 di indonesia terbilang masih kurang maksimal, indonesia sejak awal munculnya virus ini masih belum siap menghadapi covid-19, banyak rumah sakit yang ditunjuk sebagai tempat penanganan covid-19 namun masih belum siap dalam mengadapi pandemi covid-19 yang terjadi saat ini. Untuk itu dilakukan pengalokasian dana APBD yang digunakan untuk mempersiapkan rumah sakit dalam menghadapi masa pandemi ini.
Pengalokasian pada bidang kesehatan digunakan untuk  membeli alat perlindungan diri (APD) yang digunakan untuk melindungi kesehatan tenaga medis, pembelian alat-alat kesehatan prioritas seperti test kit, reagen (bahan yang dipakai dalam reaksi kimia, biasa dipakai untuk mengetes darah), ventilator, hand sanitizer, dan lain-lain sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), digunakan untuk mengupgrade 132 rumah sakit yang telah ditunjuk sebagai rumah sakit penanganan virus corona, agar rumah sakit tersebut mampu untuk menangani virus corona. Serta digunakan untuk instensif para tenaga medis yang bertugas untuk menangani virus ini, biaya santunan apabila ada tenaga medis yang meninggal karena virus ini, serta digunakan untuk penanganan kesehatan lainya.
Selain digunakan untuk bidang kesehatan, pengalokasian juga digunakan untuk penanganan dampak ekomomi, penanganan dampak ekonomi dilakukan untuk menjaga agar masing-masing daerah tetap dapat berjalan seperti biasa tanpa terhambat dengan pandemi ini, menjaga agar setiap daerah tetap hidup, agar kegiatan perekonomian di daerah tetap bisa berjalan dan memastikan bahwa tidak ada daerah yang terhambat atau kesusahan karena terjadinya pandemi ini.
Selain digunakan untuk 2 bidang diatas, pengalokasian dana APBD juga digunakan untuk jaring pengaman sosial, jaring pengaman sosial diberikan kepada masyarakat yang mengalami dampak langung atau kesusahan saat terjadinya pandemi ini,  seperti yang kita ketahui covid-19 berdampak buruk pada perekonomian di indonesia, banyak masyarakat yang telah kehilangan pekerjaanya sehingga kesusahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, oleh sebab itu pengalokasian dana APBD digunakan untuk pemberian sembako maupun bantuan tunai langsung kepada masyarakat miskin, tetapi pengalokasian dana ini masih belum maksimal, masih banyak masyarakat miskin yang mengeluh tidak menerima bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah.
Sejauh ini pengalokasian dana APBD sudah berjalan dengan baik, namun haruslah dimaksimalkan, seperti pada penyediaan jaring pengaman sosial yang masih belum berjalan dengan maksimal, maka harus dilakukan upaya agar pemberian bantuan dapat berjalan dengan maksimal, pengalokasian dana APBD juga harus dipantau agar dana tersebut tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab, hal ini dilakukan agar pengalokasian dana APBD dapat berjalan dengan maksimal.

Related

Opini 7439497435030330483

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item