Kestabilan Perekonomian Indonesia Pasca Pandemi Covid - 19

Oleh : Husain Ibrahim Mahasiswa
Prodi Administrasi Public, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Apa itu coronavirus?
Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19.
Apa itu COVID-19?
COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan.  Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia.
Dampak covid-19 di Indonesia sangat besar terutama pada sector perekonomian Indonesia. Pelonggaran aturan PSBB di Indonesia sepertinya menggambarkan bagaimana Indonesia lebih ingin mengembalikan kestabilan perekonomian. Indonesia memiliki tingkat kematian tertinggi di Asia tenggara.  Hal ini dibuktikan  dengan munculnya peraturan baru dari menteri BUMN yang menyatakan bahwa karyawan BUMN yang berusia dibawah 45 tahun untuk Kembali bekerja mulai 25 Mei. Kebijakan ini merupakan rencana besar pemerintahan untuk melonggarkan kebijakan PSBB yang sudah berlangsung di bebebrapa daerah di Indonesia, tujuan utamanya adalah untuk menstabilkan Kembali roda perekonomian di Indonesia yang sudah mulai mendapat dampak yang cukup serius dari Covid-19. Adapun beberapa Tindakan yang harus dilakukan oleh pemrintah untuk mengembalikan roda perekonmian Indonesia pasca covid-19 yang saya sarankan untuk dilakukan oleh pemerintahan Indonesia.

Mencetak uang yang hanya berlaku di dalam negeri saja
Dengan melakukan pencetakan uang yang hanya berlaku di Indonesia saja saya berharap perputaran uang yang terjadi di Indonesia sangat cepat sehinga kestabilan perekonomian di Indonesia dapat dengan cepat Kembali seperti semula. Pencetakan uang ini dibedakan dengan uang rupiah biasa, semisal pada uang khusus yang terbit selama belum stabilnya perekonomian di Indonesia memiliki gambar Jokowi dan ma’ruf amin sehingga Ketika perekonomian di indonesia sudah kembali stabil uang khusus ini bisa ditarik dengan mudah oleh kementerian yang memiliki otoritas terhadap pencetakan uang di Indonesia karena sudah ada pembeda antara uang rupiah yang biasanya dengan rupiah yang hanya berlaku di dalam negeri saja Ketika perekonomian belum stabil. Yang diuntungkan oleh menculnya kebijakan ini yaitu para pelaku bisnis di Indonesia tanpa ada uang yang keluar dari Indonesia melalui ekspor mereka bisa berkompetisi tanpa adanya gangguan dari pebisnis dari luar ndonesia.

Ikhsan Abdullah direktur eksekutif IHW
Ikhsan Abdullah selaku Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW) memprediksi bahwa pertumbuhan perekonomian global pasca covid-19 turun dari 3% menjadi 1,5%. Dampak dari gangguan ini terlihat pada kuartal 1 2020 menjadi 2,7% saja. Ikhsan Abdullah menyatakan bahwa covid-19 atau corona virus memilikidampak dan membuat semakin memburuknya sistem keuangan, yang dibuktikan dengan menurunnya berbagai aktivitas ekonomi domestic Indonesia. Sebab itu diperlukannya Langkah Langkah penanganan yang tepat dan cepat untuk menghadapi pandemic covid-19 ini yang beresiko pada ketidak stabilan ekonomi makro.

Apapun beberapa Langkah Langkah yang sudah diterapkan oleh pemerintahan Indonesia yakni presiden Jokowi telah menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang – undang republic Indonesia nomor 1 tahun 2020 mengenai kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan pandemi Covid-19 dan dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan. Dalam pernyataan resminya, Presiden Jokowi memutuskan total tambahan belanja dan pembiayaan APBN tahun 2020 untuk penanganan Covid-19 adalah Rp405,1 triliun. Total anggaran tersebut akan dialokasikan Rp75 triliun untuk belanja bidang kesehatan, sebesar Rp110 triliun untuk perlindungan sosial serta Rp70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus Kredit Usaha Rakyat. Kemudian sebesar Rp150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional termasuk restrukturisasi kredit serta penjaminan dan pembiayaan dunia usaha khususnya terutama usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah.

Related

Opini 6810682424249687018

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item