Kejelasan Dari Realisasi Anggaran Kesehatan Selama Pandemi Covid - 19

Foto : Istimewa Presiden RI. Joko Widodo

Oleh :
A'isyah Mutiara
Prodi Administrasi Publik
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

MEMOPOS.com,Sidoarjo - Indonesia yang kini tengah menghadapi gelombang pandemi Covid 19 tentunya juga merasakan keterpurukan dalam segala segi kehidupan layaknya apa yang diarsakan oleh berbagai negara di dunia yang juga tengah mengalami gelombang pandemi Covid 19 ini. Pemerintah Indonesia saat ini tengah fokus memberikan bantuan terhadap bidang kesehatan demi menjaga garis terdepan dalam memerangi pandemi virus corona (COVID-19). Untuk itu bantuan sebesar Rp 75 triliun digelontorkan Pemerintah Indonesia terhadap bidang kesehatan. Menteri Keuangan Pemerintah Indonesia Sri Mulyani Indrawati menjelaskan mengenai anggaran sebesar Rp 75 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19. Menurut Sri Mulyani, besarnya anggaran dalam sektor kesehatan adalah sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani kasus corona. Bahkan menurut Sri Mulyani tanpa kesehatan tidak akan ekonomi. Itulah sebabnya ia telah terlebih dahulu mengunci anggaran sebesar Rp 75 triliun untuk bidang kesehatan.Namun untuk apa saja kucuran dana Covid 19 itu digunakan? Berikut rinciannya:

"Perlindungan pada tenaga kesehatan yang utamanya dilakukan dengan pembelian Alat Pelindung Diri (APD).
Pembelian alat-alat kesehatan prioritas yaitu test kit, reagen (bahan yang dipakai dalam reaksi kimia, biasa untuk mengetes darah), ventilator, hand sanitizer, dan lain-lain sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Meng-upgrade sebanyak 132 rumah sakit (RS) rujukan bagi penanganan pasien COVID-19 termasuk Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Insentif bagi para dokter spesialis sebesar Rp 15 juta/ bulan, dokter umum Rp 10 juta/bulan, perawat Rp 7.5 juta/ bulan, dan tenaga kesehatan lainnya Rp 5 juta/ bulan.
Santunan kematian yang akan diberikan terhadap tenaga medis sebesar Rp 300 juta.
Serta dukungan kepada tenaga medis dan penanganan kesehatan lainnya.

"Apabila ditotal pemerintah menggelontorkan dana Rp 405,1 triliun untuk memerangi pandemi Covid-19 ini. Selain bantuan untuk bidang kesehatan, pemerintah juga menggelontorkan dana sebesar Rp 110 triliun untuk perlindungan sosial, Rp 70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat (KUR), serta dana sebesar Rp 150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.

"Dalam perjalannya Pemerintah Indonesia menaikkan jjumlah insentif di bidang kesehatan yang mulanya berkisar Rp 75 trilliun dinaikkan menccapai angka Rp 87,5 trilliun. Hal ini dilakukan pemerintah karena kondisi yang disebabkan pandemi Covid 19 semakin memerlukan bantuan yang lebih besar dari pemerintah. Lonjakan kasus Covid 19 tiap harinya makin meningkat, Di Indonesia, hingga Minggu 14 Juni 2020 ditengarai kasus positif Covid-19 berjumlah 38.277 kasus. Dari jumlah tersebut, 21.612 orang kini sedang menjalani perawatan, 14.531 dinyatakan sembuh, dan 2.134 meninggal dunia. Sementara itu jika melihat angka korban meninggal dunia, Indonesia saat ini menjadi negara dengan angka kematian tertinggi di Asia Tenggara. Hingga per tanggal 14 Juni 2020, sebanyak 2.134 orang meninggal dunia karena Covid-19 di Indonesia (atau 5,57% dari kasus yang terkonfirmasi). Mayoritas kasus kematian di Indonesia karena adanya penyakit bawaan pada pasien yang terinfeksi Covid 19.

"Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Pemerintah Indonesia mengungkapkan alasan mengapa anggaran di bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19 yang hanya sebesar  Rp87,5\5 triliun. Meski naik dari anggaran awal sebesar Rp75 triliun, anggaran sektor kesehatan jauh lebih rendah jika dibandingkan untuk penanganan dampak Covid-19 di sektor lainnya. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu membenarkan komentar yang menyebut anggaran di bidang kesehatan dalam program pemulihan ekonomi yang kecil. Alokasi anggaran oleh pemerintah sudah disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan di sektor kesehatan. Jika memang diperlukan pemerintah tak segan untuk mengalokasikan tambahan dana untuk kesehatan jika memang dibutuhkan. Hanya saja kendala untuk belanja sektor kesehatan saat ini adalah ketersediaan barang yang dibutuhkan oleh pemerintah terbatas.

"Setelah beberapa bulan penggunaan anggaran di bidang kesehatan untuk mengatasi ledakan kasus Covid 19 ini, ternyata penggunaan anggaran kesehatan tidak menunjukkan hasil maksimal.  Realisasi anggaran di bidang kesehatan untuk penanganan pandemi Covid-19 ini ternyata masih rendah. Saat ini baru 1,54% dari anggaran sebesar Rp87,55 triliun yang sudah terealisasi. Di bidang kesehatan dapat dilihat  implementasinya masih sangat kecil meski anggaran sudah dinaikkan dari Rp 75 trilliun menjadi Rp87,5 triliun. Oleh karenanya perlu ada kajian untuk memperbaiki implementasi anggaran kesehatan yang masih rendah.

"Terdapat  sejumlah hambatan yang dihadapi Pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan realisasi anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19. Contohnya  saja pada kendala administrasi dan verifikasi yang rigid dalam proses penyaluran insentif tenaga kesehatanyang ada. Atau hambatan yang lain yaitu realisasi penyaluran biaya klaim perawatan pasien yang juga masih terkendala proses verifikasi yang lama dalam pelaksanaannya. Hal seperti ini menjadi tanggung jawab Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku gugus tugas maupun juga menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan. Diperlukan adanya akselerasi yang berkesinambungan antara seluruh pihak yang terkait agar tidak adanya gap antara apa yang menjadi program kebijakan

Related

Opini 8679953503489061293

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item