Covid - 19 Belum Usai,Bagaimana Ciptakan Perisai Untuk Mempertahankan Perekonomian Masyarakat



Oleh : Yolla Nur Lailia
Mahasiswa Prodi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Tidak ada seorangpun yang menyangka dengan cobaan yang Allah SWT berikan seperti pandemi Covid-19 yang sudah merambak keseluruh antero dunia saat ini. Virus Covid-19 telah menyebarkan ketakutan yang nyata di seluruh penjuru dunia, virus yang didapati berawal dari Wuhan telah menyebabkan dampak yang luar biasa pada perekonomian di dunia khususnya di sector ekonomi. Perekonomian dunia saat ini diyakini sedang mengalami kontraksi karena pandemi Covid-19.
Salah satu negara yang terkena dampak dari pandemi ini adalah Indonesia, Di Indonesia pemerintah mencoba melakukan berbagai sebuah upaya untuk menekan dampak virus Covid-19 terhadap ekonomi. Beberapa stimulus ekonomi sudah diluncurkan oleh pemerintah Indonesia guna untuk membantu mengurangi dampak dari pandemi saat ini yang sedang terjadi. Pemerintah juga menetapkan anggaran sebesar Rp 405,1 triliun untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan akibat Covid-19 di Indonesia. Serangkaian kebijakan juga telah diambil guna meringankan masyarakat dan pelaku usaha untuk menghadapi Covid-19.
Untuk mengantisipasi dampak yang dibuat dari virus Covid-19 maka pemerintah menerbitkan  Perppu No 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19. Isi dari Perppu No 1 Tahun 2020 tak lain adalah penanganan Covid-19, bantuan sosial, stimulus ekonomi untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan koperasi, serta antisipasi terhadap sistem keuangan.
Kebijakan pemerintah ini akan membantu masyarakat kurang mampu. Salah satunya adalah kebijakan pembebasan biaya listrik dengan daya 450 VA dan pemotongan 50% dengan daya 900 VA. Meskipun kebijakan ini belum mampu menghapus kekhawatiran bagi masyarakat untuk tetap berada di rumah sesuai anjuran pemerintah, hal tersebut terkait dengan pekerjaan masyarakat seperti pekerja informal, pedagang kaki lima, sopir, dan buruh atau pekerja harian.
Kebijakan pemerintah untuk Work From Home (WHF) atau dibeberapa daerah bahkan ada yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tentu saja hal tersebut bisa menurunkan perekonomian Indonesia itu sendiri karena para karyawan banyak yang tidak bisa maksimal dalam bekerja dan itu berdampak pada profit bagi sebuah perusahaan. Selain itu, kebijakan pemerintah juga diharapkan dapat mendukung dunia usaha untuk terus beroperasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Apabila daya tahan dunia usaha kuat dalam menghadapi wabah, pemulihan ekonomi pasca wabah juga bias lebih cepat.
Dan pertumbuhan ekonomi dalam tiga bulan pertama ditahun 2020 memang tidak bisa dilepaskan dari pandemi virus Covid-19. Salah satu komponen yang mengalami perlambatan pertumbuhan yang tajam adalah konsumsi bagi rumah tangga. Data yang baru dirilis oleh BPS awal bulan ini menunjukkan bahwa proyeksi  atau skenario yang di perkirakan oleh pemerintah meleset dari yang ditargetkan pada kuartal I. Pertumbuhan ekonomi dalam tiga bulan pertama 2020 memang tidak bisa dilepaskan dari pandemi virus Covid-19. Di kuartal I/2020, konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 2,84 persen, melambat dibandingkan dengan kuartal IV/2019 sebesar 5,02 persen.
Presiden Joko Widodo juga menegaskan pandemi virus Covid-19 tak hanya terkait dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat, namun juga dampak ekonomi yang mengikutinya. Untuk menyelamatkan ekonomi di tengah pandemi ini, Presiden Jokowi pun mengumumkan sembilan kebijakan yang ia sampaikan.
Pertama, pemerintahkan seluruh menteri, gubernur dan walikota memangkas rencana belanja yang bukan belanja prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kedua, meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengalokasikan ulang anggarannya untuk mempercepat pengentasan dampak Covid-19, baik dari sisi kesehatan dan ekonomi. Ketiga, meminta pemerintah pusat serta  pemerintah daerah menjamin ketersediaan bahan pokok, diikuti dengan memastikan terjaganya daya beli masyarakat, terutama masyarakat lapisan bawah. Keempat, meminta program Padat Karya Tunai diperbanyak dan dilipat gandakan, dengan catatan harus diikuti dengan kepatuhan terhadap protocol pencegahan virus Covid-19, yaitu menjaga jarak aman satu sama lain.
Kelima, menyebut pemerintah memberikan tambahan sebesar Rp 50.000 pada pemegang kartu sembako murah selama enam bulan. Keenam, mempercepat impelemntasi kartu pra-kerja guna mengantisipasi pekerja yang terkena PHK, pekerja kehilangan penghasilan, dan penugusaha mikro yang kehilangan pasar dan omzetnya. Ketujuh, pemerintah juga membayarkan pajak penghasilan  (PPh) Pasal 21 yang selama ini dibayar oleh wajib pajak (WP) karyawan di industry pengolahan. Alokasi anggaran yang disediakan mencapai Rp 8,6 triliun.  Kedelapan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan relaksasi kredit di bawah Rp 10 miliar untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Relaksasi tersebut berupa penurunuan bunga dan penundaan cicilan selama setahun, baik dari perbankan dan industry keuangan non bank. Kesembilan, masyarakat berpenghasilan rendah yang melakukan kredit kepemilikan rumah (KPR) bersubsidi, akan diberikan stimulus.
Meskipun persebaran Covid-19 masih aktif terjadi. Namun pemerintah di berbagai negara telah mulai berupaya untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar demi keselamatan perekonomian negara dan masyarakatnya. Telah ada tanda-tanda bahwa kehidupan dapat mulai kembali berjalan. Dan berakhirnya lockdown bukan berarti segala aktivitas masyarakat akan kembali normal seperti saat sebelum pandemi melanda. Maka langkah persiapan new normal yang menyesuaikan dengan situasi pandemi akan diberlakukan.

Related

Opini 4951140449086694810

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item