APBD Sebagai Penyelamat Kehidupan Masyarakat Di Masa Pandemi Covid - 19


Menurut Permendagri Nomor 21 Tahun 2011, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang sering disebut APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui oleh pemerintah daerah dan DPRD, serta ditetapkan dengan peraturan daerah. APBD merupakan instrumen kebijakan yang utama bagi pemerintah daerah. Anggaran daerah juga digunakan sebagai alat untuk menentukan besar pendapatan dan pengeluaran.
Dalam situasi saat ini, masyarakat dilanda kepanikan. Mereka yang biasa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri maupun keluarga merasa kebingungan dalam mencari solusi disaat pemerintah sudah mengeluarkan kebijakannya. Banyaknya pekerjaan yang terhambat dan harus diliburkan sementara karena pandemi ini. Dampak itu langsung dirasakan oleh masyarakat, untuk keluar saja harus berjaga jarak dengan satu sama lain, untuk mencari pekerjaan sampingan lainnya-pun susah dikarenakan jika ketahuan oleh pihak berwajib mereka akan ditegur atau malah ditutup dengan paksa tempat tersebut. Jika seperti ini masyarakat hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah saja.
Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo, masyarakat Sidoarjo kini banyak menaruh harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk segera memberikan bantuan atau dana bantuan. Pemkab Sidoarjo mengalokasikan Rp 407 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19. Dana itu dibelanjakan secara proporsional untuk mengantisipasi serta mengatasi damapak dari pandemi ini yang diprediksi berlangsung lama. Yang mana sebanyak Rp 40,5 milyar dianggarkan untuk bantuan pandemi covid 19 untuk keluarga prasejahtera se-Kabupaten Sidoarjo. Alokasi dana dari APBD Kabupaten Sidoarjo. Bantuan berupa Pembagian paket Sembako yang dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 135.572 paket dilaksanakan bulan April, sedang tahap kedua dilaksanakan bulan Mei 2020 dan seterusnya sampai pandemi ini berakhir karena Pemkab Sidoarjo akan mengusahakan bantuan semaksimal mungkin yang sesuai proporsional demi kepentingan masyarakat Sidoarjo.
Namun masih banyak sebagian masyarakat yang mengeluhkan karena ada yang belum mendapatkan bantuan tersebut. Sebisa mungkin Pemkab Sidoarjo mengusahakan pembagian bantuan tersebut dilakukan secara adil dan bertahap. Untuk sebagian masyarakat yang belum mendapatkan bantuan perlu untuk menunggu dengan sabar atau bisa langsung melapor kepada petugas yang bertugas.
Kabupaten Sidoarjo saat ini merupakan wilayah dengan terkonfirmasi positif covid-19 terbesar kedua di Jawa Timur. Dengan adanya bantuan-bantuan dari Pemkab Sidoarjo diharapkan kedepannya masyarakat Sidoarjo tidak lagi merasa risau dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka dan juga perlunya peran Pemkab Sidoarjo untuk menghimbau masyarakatnya untuk menjaga jarak satu sama lain dan menjaga kesehatan serta mempertahankan imun mereka agar tetap kuat dan terhindar dari covid-19.

Suzan Fitri Ayu Andani
Administrasi Publik
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Related

Opini 1958491964828175797

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item