Antara Alokasi APBD (Anggaran Pendapatan Dan belanja Daerah)Dan Covid 19

Sumber gambar : unsplash.com

Oleh : Aprilia Dian Novita - Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Covid-19 atau virus corona adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia) bahkan dapat menyebabkan kematian. Covid-19 atau virus corona lebih banyak menyerang orang lanjut usia (lansia), namun virus ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Covid-19 atau virus corona pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir bulan Desember 2019. Virus ini dapat menular dengan sangat cepat, hal ini dikarenakan media penyebaran covid-19 atau virus corona ini cukup mudah, yaitu melalui percikan air ludah atau droplet ketika kontak jarak dekat dengan penderita yang batuk atau bersin. Covid-19 atau virus corona ini telah menyebar ke hampir seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sampai kemarin (18/06/2020) di dunia terdapat 8,06 juta orang telah terinfeksi covid-19 atau virus corona dengan korban jiwa mencapai 440 ribu orang, sedangkan di Indonesia terdapat 42.762 telah terinfeksi covid-19 atau virus corona dengan korban jiwa mencapai 2.339, jumlah tersebut dapat berubah-ubah setiap harinya.
Covid-19 atau virus corona ini memberikan dampak yang kompleks atau memberikan dampak dalam segala aspek kehidupan manusia, seperti dalam aspek sosial, aspek ekonomi, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pemerintah berusaha dengan keras melakukan upaya pencegahan dan penanganan covid-19 atau virus corona ini agar jumlah pasien atau penderita covid-19 atau virus corona tidak semakin meningkat. Dalam upaya untuk pencegahan terhadap covid-19 atau virus corona ini, pemerintah telah melakukan berbagai upaya, seperti membuat aturan social dan physical distanding, lockdown, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dan baru-baru ini pemerintah menerapkan aturan new normal. Sedangkan untuk penanganan covid-19 atau virus corona ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan pengalokasian dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) untuk penanganan covid-19 atau virus corona.
Menurut Permendagri Nomor 21 Tahun 2011, APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui oleh pemerintah daerah dan DPRD, serta ditetapkan dengan peraturan daerah. Total APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang direalokasi untuk penanganan covid-19 atau virus corona mencapai Rp 56,57 triliun. Dari total alokasi anggaran covid-19 atau virus corona yang berjumlah Rp 56,57 triliun ini dialokasikan untuk tiga pos alokasi, yaitu pertama untuk penanganan kesehatan. Kedua, untuk penanganan dampak ekonomi. Dan ketiga, untuk penyedia jaring pengaman sosial. Untuk pos penanganan kesehatan, total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 24,10 triliun atau 42,6 persen dari total anggaran penanganan covid-19 atau virus corona. Sementara untuk pos penanganan dampak ekonomi, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 7,13 triliun atau 12,6 persen dari total anggaran penanganan covid-19 atau virus corona. Untuk penyediaan jaring pengaman sosial berjumlah 25,34 triliun atau 44 persen dari total anggaran penanganan covid-19 atau virus corona.
Pengalokasian APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) ini sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.1/2020, yaitu agar seluruh kepala daerah segera melakukan percepatan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu (refocusing) atau realokasi anggaran untuk meningkatkan kapasitas penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi terutama menjaga agar dunia usaha daerah masing-masing tetap hidup, dan penyediaan jaring pengamanan sosial (social safety net). Pengalokasian APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja  Daerah) dilakukan melalui optimalisasi penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan berpedoman pada Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan covid-19 di lingkungan Pemerintah Daerah.
Dalam pengalokasian APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) sudah berjalan dengan baik, namun masih harus dioptimalkan lagi seperti pada penyediaan jaring pengaman sosial. Pada penyediaan jaring pengaman sosial, alokasi APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja  Daerah) diberikan dalam bentuk sembako dan uang tunai. Dalam penyaluran bantuan tersebut terkadang masih belum tepat sasaran atau masih belum optimal dikarenakan adanya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang melakukan kecurangan. Sehingga diperlukan pengawasan dan pemantauan yang lebih optimal dari pihak pemerintah agar penyaluran bantuan tersebut dapat tepat sasaran dan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan serta pengalokasian APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dapat berjalan secara optimal.

Related

Opini 2168742464034268512

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item