Anggaran Daerah Harus Terkena Imbas PSBB


Sejak Indonesia menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pada bulan april lalu, banyak dampak yang telah dihasilkan. Dampak baik maupun dampak buruk semua nya terjadi saat diterapkannya PSBB ini. Misal nya pada penggunaan anggaran daerah di Indonesia. Di daerah seperti Sidoarjo saat dilaksanakannya PSBB ini banyak sekali orang-orang yang belum sadar akan protocol kesehatan yang telak diterangkan oleh pemerintah daerah setempat. Misalnya masih suka mendatangi pasar-pasar atau sering keluar rumah. Memang, kegiatan PSBB ini sangat berdampak kepada masyarakat yang menggantungkan hidup nya pada kegiatan wirausaha atau jual beli. Mereka sangat mengalami dampak dari PSBB ini seperti menurunnya omset harian, hilang nya pelanggan tetap, bahkan tidak mendapat pelanggan sama sekali harus dirasakan oleh pedang-pedagang kecil. Para penjual sayur di pasar pun harus tetap membayar sewa kios agar bisa tetap berjualan di pasar. Tidak hanya pedagang kecil, perusahaan-perusahaan besar pun banyak yang terkena imbas nya. Seiring dengan berjalannya operasional yang harus tetap dikerjakan dengan memakan anggaran perusahaan, mereka terpaksa meng PHK karyawan-karyawan mereka agar dapat terus memutar roda produksi. Sementara para aparat pemerintahan masih tidak terlalu terdampak dengan diberlakukannya PSBB. Ini membuktikan jika kebijakan yang diberlakukan pemerintah masih belum bisa untuk dilakukan oleh masyarakat. Jika pemerintah ingin menerapkan PSBB/ menghentikan aktivitas ekonomi, pemerintah harus siap dengan jumlah anggaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap daerah terutama bagi mencukupi kebutuhan-kebutuhan pedagang-pedagang kecil.
Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Kota Palangkaraya yang telah menggelontorkan dana anggaran sebesar RP 14 miliar. Dana sebesar Rp 14 miliar tersebut digunakan untuk berbagai macam kegiatan demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat kecil disana dan juga terjamin nya hak kesehatan masyarakat Kota Palangaraya sendiri. Anggaran tersebut digunakan untuk penyemprotan disinfektan massal di 50 titik kawasan yang menjadi pusat berkumpul nya masyarakat, anggaran tersebut juga digunakan Pemerintah Kota Palangkaraya sebagai dana untuk mengadakan sosialisasi mengenai penyebaran virus COVID-19 dan aturan-aturan PSBB yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat selama 14 hari, selain itu tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 pun mendapat dana anggaran dari Pemerintah Kota Palangkaraya demi terpenuhi nya kebutuhan-kebutuhan medis. Tak lupa Pemerintah Kota Palangkaraya juga menyisihkan anggaran daerah demi terpenuhi nya  kebutuhan rakyat kurang mampu disana seperti membagikan sejumlah sembako kurang lebih sebanyak 14.000 paket sembako.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit demi terpenuhi nya kebutuhan masyarakat saat dilaksanakannya PSBB. Pemprov DKI harus mengeluarkan Rp 180 miliar hanya untuk kegiatan bantuan sosial. Dana sebesar itu digunakan untuk membagikan paket sembako kepada penduduk DKI yang rentan mengalami kemiskinan sebanyak 1,2 juta keluarga. Nanti nya para warga akan mendapatkan sembako yang bernilai Rp 149.500/ KK. Tidak hanya itu para warga yang belum berkesempatan mendapat bansos akan menerima bansos tersebut pada tahap kedua pembagian bansos pada tanggal 19-23 april 2020. Hal tersebut akan menambah pengeluaran anggaran bansos. Untung nya pihak pemprov sudah menyiapkan dana bansos yang diambil dari realokasi APBD tahun 2020 sebesar Rp 3,032 triliun untuk BTT (Belanja Tidak Terduga).
Sementara itu, untuk mengurangi pengeluaran pemerintah DKI Jakarta melakukan pengkajian ulang mengenai penggunaan APBD tahun 2020 sehingga tercipta efisiensi angaran daerah. Salah satu nya dengan melalukan peredupkan lampu-lampu jalan atau biasa disebut PJU (lampu penerangan jalan umum) yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah DKI Jakarta hingga 60%. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengungkapkan bahwa diterapkannya kebijakan ini agar biaya tagihan Pemprov DKI Jakarta berkurang. Kegiatan peredupan lampu PJU ini akan tetap dilaksanakan walaupun secara bertahap selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Dalam mengatasi pandemi COVID-19, Pemerintah pusat telah berkorban sangat besar, dibuktikannya dengan mereka menggelontorkan tambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 405,1 triliun. Jumlah sebesar itu bukan hanya murni untuk menutup ekonomi rakyat, melainkan masih dipecah demi mengatasi kekurangan yang lain. Misal nya Rp 75 triliun dialokasikan untuk tenaga medis yang bergerak pada bidang kesehatan dan digunakan untuk membeli kebutuhan seperti belanja alat penanganan kesehatan seperti APD, rapid test,reagen atau ekstraksi yang digunakan untuk mendeteksi penyebab terjadinya virus COVID-19, dan yang terakhir sarana dan prasarana kesehatan seperti ambulance dan rumah sakit. Rp 70,1 triliun untuk mendukung bidang industri, Rp 150 triliun untuk dukungan pembiayaan anggaran Covid-19, dan jaring pengamanan sosial yang diberikan kepada warga Rp 110 triliun.
Meskipun saat ini kegiatan PSBB sudah diterapkan diberbagai daerah di Indonesia dan diharapkan dapat membawa dampak positif bagi warga Indonesia, namun dalam kenyataannya PSBB hanya dianggap omong kosong belaka. Masyarakat seakan tidak melihat pengorbanan yang telah dilakukan oleh tenaga medis, relawan-relawan kesehatan, ataupun dana yang telah digelontorkan oleh pemerintah demi berkurang nya COVID-19. Dengan dilakukannya PSBB seharusnya masyarakat mengetahui bahwa dalam memerangi pandemi ini kita sebagai warga biasa harus bersabar dengan menjaga jarak, tidak sering melakukan kontak fisik dengan orang lain, dan tidak sering keluar rumah. Walaupun kita hanya diam dirumah kita bisa membantu tenaga medis dan pemerintah dalam memerangi pandemi corona ini dan kestabilan ekonomi negara pun akan bangkit kembali.



Saya :Adam Al Rosyad dari universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Related

Opini 1966045462215676220

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item