Belajar Dari Pandemi Corona

Salah Satu Toko Di Kabupaten Jember 
Yang Meyediakan Fasilatas Cuci Tangan

Penulis : Andik Sugiono (Pemred Memo Pos) 

Tak seperti biasanya, sejumlah pertokoan di sepanjang Jalan Samanhudi sekitar Pasar Tanjung Jember, depannya tersedia cucian tangan lengkap dengan sabun cair. Setiap pengunjung, dianjurkan cuci tangan sebelum masuk toko.

Di dalam toko, masih disediakan handsanitizer. Bahkan tak lumrah, jika biasanya pemilik toko berharap banyak pengunjung datang, kini langganannya pun dibatasi dua orang setiap masuk tokonya. Tak cukup itu, mereka diminta jaga jarak per satu meter.

Rupanya, tak hanya di sana. Berbagai pertokoan di beberapa kecamatan se-Jember, juga menyiapkan fasilitas cuci tangan yang sama. Pemilik toko pakai masker. Kadang ada juga yang mengenakan sarung tangan layaknya pekerja medis.

Ya ya ya, jika steril begitu, jangankan virus corona. Virus "Malarindu" pun tak mau mendekat. Akhirnya, semua bisa sehat. Nyamuk saja enggan melekat. Karena semua yang di sana, steril 27 rokaat. hehe.

Saya mulai membayangkan. Jika cuci tangan tak hanya karena Corona, bisa-bisa kebiasaan tangan rijik (baca : bersih) membudaya. Mereka tak lagi canggung cuci tangan di depan umum. Sehingga, cuci tangan tak harus nunggu makan lalapan, pakai air kobok,an.

Semisal cuci tangan jadi kebiasaan, maka saya pun meyakini, taraf kesehatan masyarakat di Jember akan terus meningkat pasca Corona. Belum lagi, kini masyarakat kita mulai rajin berburu vitamin D dengan "mandi sinar matahari" di pagi hari. Itu tambah membuat ciamik.

Namun kebiasaan di era Corona ini akan "muspro" (baca : percuma), jika Corona balik ke dunianya, masyarakat kita kembali kebiasaan semula. Maka penyakit yang sejatinya tak kalah ganas dengan Corona, bisa mudah memapar karena manusianya tak higinies lagi, jarang mik jamu, apalagi, sudah enggan menjaga pola makan.

Ya, sejatinya banyak pelajaran berharga dari sebuah musibah seperti pandemi Corona ini. Masyarakat, juga perlu dewasa mendukung semua kebijakan pemerintah, yang sejujurnya begitu karena bagian dari upaya melindungi rakyatnya.

Namun yang menjadi catatan, ada efek samping lambatnya perekonomian rakyat, karena tak terbiasa beradaptasi survival dari dalam rumah pribadinya. Jika mampu, maka mereka akan menjadi pemenang. Kenapa demikian?

Sebab pemenang, bisa hidup di mana pun dan tentunya, mampu menjawab tantangan zaman, yang sebenarnya, Era Industri 4.0 sudah memberi sinyal sejak lama. Di mana saat ini, kecanggihan digital mampu merajai.

Semisal saja ya. Perumpaannya. Jika semua orang, termasuk pekerja dan pengusaha serta penguasa, tak lagi gagap teknologi, maka ancaman Corona ini tak membuat panik lagi. Sebab unjung tombak hari ini, ada pada kemampuan menguasai IT.

Hari-hari Corona, semua serba digital. Sampai-sampai, rapat bupati pun pakai teleconference. Sang musisi handal (Giring Ghanesa), menerobos mainstream dengan menggelar konser amal via daring. Semua itu muncul karena Corona.

Yuk semangat, sebab Corona, membuka pikiran cerdas kita, memanfaat banyak hal yang baik. Terlebih yakinlah, sebab tuhan "Memberi penyakit, pasti bersama dengan obatnya. Bersama kesulitan, juga ada jalan keluarnya". Kemudian, bersama Memopos.com, mari berfikir progresif. (*)

Related

Opini 2322776243803324419

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item