Korban Ijazah Palsu STT Setia Gelar Aksi Di Mahkamah Agung Di Bawah Guyuran Hujan

Puluhan Perwakilan Korban Ijazah

MEMOPOS.com,Jakarta– Puluhan perwakilan korban Ijazah Palsu Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (STT Setia) kembali menggelar aksi di Mahkamah Agung (MA) RI, Kamis (23/01/20).

Ditengah guyuran hujan, para pendemo yang dilengkapi spanduk dan alat peraga aksi tetap dengan semangat meneriakkan berbagai tuntutan.

Dari spanduk yang dibentangkan oleh masa aksi, diketahui ada dua tuntutan utama mereka dalam melakukan aksi.

“Mendesak Mahkamah Agung-RI untuk mempercepat proses sidang PK para terpidana kasus ijazah ilegal PGSD Setia,” tertulis dalam spanduk.

Lalu tuntutan kedua yang juga disertakan pada spanduk adalah, “Meminta Mahkamah Agung-RI untuk memberikan keadilan bagi para korban ijazah ilegal.”

Juru bicara Korban Ijazah Palsu STT Setia, Yusuf Abraham Selly dalam orasinya mengatakan Saudara Mathius Mangentang dan saudari Erna Wati Simbolon secara sah resmi di putus bersalah dan di hukum 7 tahun penjara, oleh karena perbuatan mereka yang mengakibatkan saudara-saudara kita yang berada di Papua mengalami nasib yang sangat "Tragis, Menyedihkan, bahkan Mengerikan", karena mereka telah mengikuti pendidikan kuliah sesuai dengan aturan yang berlaku 4 bahkan 5 tahun.

 Setelah itu mereka mendapatkan ijazah dan kemudian ijazah mereka oleh Negara Republik Indonesia dinyatakan palsu atau ilegal.

Di bawah guyuran hujan cukup deras dari pagi hingga saat ini kita semua tetap ada disini sebagai bukti bahwa kita bersungguh-sungguh di dalam memperjuangkan nasib saudara-saudara kita yang berada di Papua, yang hari ini meraka adalah guru-guru SD dan tidak bisa menggunakan ijazah mereka oleh karena ijazah mereka palsu. Tegasnya

Yusuf juga menambahkan “Sudah selesai (sidang PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur namun belum ada di web MA,” ujarnya.

Atas hal tersebut, Yusuf menduga ada upaya untuk memperlambat proses hukum tersebut. “Ada kesengajaan memperlambat proses penyelesaian hukum ini,” tegasnya.

Sementara lanjutnya, putusan PK tersebut sangat dibutuhkan oleh korban Ijazah Palsu STT Setia untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Keputusan MA ini akan dijadikan bukti untuk memperjuangkan nasib para korban ke depan, untuk itu kami meminta proses di percepat,” pungkasnya. (dn)

Related

Hukum Kriminal 301239975437673580

Post a Comment

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Calon Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Periode 2019 - 2024

Calon Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Periode 2019 - 2024
Sejahtera, Maju Dan Ridho

Profil Calon Ketua PGRI Jawa Timur

Profil Calon Ketua PGRI Jawa Timur
Dr. H. Samari, MM Visi Dan Misi 1.Visi,Menjadikan PGRI Jawa Timur Sebagai Organisasi Profesi,Organisasi Perjuangan dan Organisasi Ketenagaan yang kuat, Mandiri dan Wibawa

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item