Pejabat Dekan Drs. Emil, MM, Bantah ajika Dikatakan atidak ada Ditempat Saat Unjukrasa Mahasiswa Di Kampus UMMAT

Dekan UMMAT Saat Ditwmui Dikediamannya

MEMOPOS.com, Mataram-Pejabat sementara Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Muhammadiyah Mataram ( UMMAT) Drs.Emil,MM,dengan tegas membantah jika dirinya dikatakan tidak ada ditempat pada saat mahasiswa unjukrasa di kampus UMMAT pada Kamis tanggal,24/10/ 19 kemarin.Mantan Pembantu Rektor 3 (PR3) UMMAT menyatakan dengan tegas bahwa "pada saat unjujrasa berlangsung di Fisipol UMMAT, dirinya ada di kampus UMMAT, tepatnya di Ruangan Fakultas Teknik UMMAT. Tidak benar jika dikatakan pengunjukrasa bahwa dirinya tidak ada ditempat" tegas Anggota Dewan Pengurus Masyarakat Ekonomi Sariah Gagasan Gubernur NTB itu.

Demikian dikatakan Pejabat  Dekan Fisipol UMMAT Drs. Emil.MM.saat ditemui Wartawan Media ini disela- sela kesibukan Sabtu (26/10/19) di Mataram.

Dosen senior selaku Pejabat Dekan itu menjelaskan bahwa "pada hari Rabu tanggal,23 Oktober 2019, Dia mengakui bahwa utusan pengunjukrasa telah menemui dirinya dan telah menjelaskan semua kepada mereka terkait tuntutan para pengunjukrasa. Namun sebagian pengunjurasa ada  yang menolak dan ada pula yang bisa memahaminya. sehingga pada saat pertemuan sebelum demo digelar, dirinya selaku pejabat Dekan tidak pula menyuruh untuk Demo dan tidak pula melarang mereka. karena demo adalah bagian dari demokrasi dan bukan perbuatan dosa dan syah syah saja.Asalkan tidak anargis. Tidak boleh menghina pribadi -pribadi seseorang dan tidak boleh main bakar bakaran dan tidak boleh berburuk sangka. Segala perbuatan dan tindakan yang tidak baik itu bukanlah bagian dari pekerjaan mahasiswa/mahasiawi sebagai warga kampus yang intelektual. Mahasiswa/mahasiswi adalah calon pemimpin masa sepan dan tentu berakhlak yabg vaik dan mulia. Jika mendidik seseorang hanya berpikir dengan akal tanpa disertai pendidikan moral berarti membangun suatu ancaman dalam kehidupan." tegas Ketua Ta'mir Masjid Darul Muhajirin BTN Muncang Hijau Lombok Barat NTB itu.

Dijelaskannya bahwa "apa ide ide mahasiswa/mahasiswi pe gunjukrasa dipersilahkan catat dan berikan kepada Fakultas untuk diteruskan ke Pimpinan dan tidak perlu kebyar gebyar dengan mengangkat isu-isu yang tidak didukung fakta. Hal yang demikian dapat merusak citra mahasiawa itu sendiri. Mungkin saja menurut kita benar, tetapi menurut orang lain belum tentu dapat diterima. Karena lain kepala, tentu lain pula cara berpikir dan cara pandangnya. Selain itu dapat merusak citra/nama baik Fisipol dan secàra tidak langsung merusak pula citra para pemimpin. Selain itu terasa sangat menggangģu teman temannya yang sedang mengikuti kuliah pada saat itu.Padahal apa yang menjadì tuntutan mereka sudah semua dijelaskan bahwa tuntutan tersebut sangat direspnsif oleh bapak Rektor UMMAT. Contohnya antara lain Gedung Fisipol saat ini tengah di kerjakan pembangunannya, Sehingga apa yang dilakukan pengunjukrasa, samahalnya memukul air ditempayan mengenak mukanya sendiri alias gantung diri. Disebabkan sebagian isu isu pungutan liar yang dìsebut sebut itu adalah tidak ada. Dan telah ditertip kan administarasi- administrasi. Apa lagi yang berkaitan dengan pungutan liar,korupsi dipastikan tidak ada. Dan jika ada pasti bapak Rektor akan bertindak tegas dan kita semua sepakat pungli dan korupsi dan apapun bentuknya yang tidak sesuai dengan ketentuan dan ubdang undang yang berlaku harus kita berantas." tutur Alumni S2 Universitas Negeri Jember Jawa Timur itu.

Mantan  Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UMMAT NTB yang berwajah ganteng itu menambahkan "dengan adanya isu pungutan liar itu, Dirinya selaku Pejabat Dekan telah meminta kepada bagian Tata Usaha Fisipol UMMAT untuk menempel/memasang dipapan pengumuman yaitu Surat Keputusan (SK) resmi bapak Rektor UMMAT terkait bayaran -bayaran tersebut. Dengan harapan supaya mahasiswa/mahasiswi dapat mengetahui bahwa isu pungutan liar itu sesungguhnya tidak benar. Buktinya, dengan adanya SK resmi bapak Rektor UMMAT, berarti,Punguran-punguran itu adalah syah menurut Hukum. Karena UMMAT adalah sebuah Lembaga resmi yang dapat mengatur dirinya. Sesuai ketentuan; Undang-Undang dan peraturan yang berlaku." Jelasnya.

Mantan Ketua  Program Studi Diploma 3 Perpustakaan itu menegaskan" Fisipol UMMAT perlu melakukan Perubahan Menuju Kondisi yang Lebih Baik. Oleh sebab itu mantan Kepala Penjaminan Mutu tingkat Universitas itu bertekat dengan mewakafkan dirinya  demi kemajuan UMMAT secara umum dan untuk kemajuan Fisipol secara khusus. demi bangsa dan negara serta agama sembari  bertekat semaksimal mungkin untuk melakukan perubahan- perubahan mendasar ke yang lebih baik dan melanjutkan program terdahulu di Fisipol UMMAT jika dinilai baik dan bagus perlu dipertahankan serta ditingkatkan.Namun demikian kata Dia bagaimana mungkin bisa melakukan perubahan jika dirinya tidak pegang fungi/jabatan untuk itu. Perubahan terjadi apabila Dia diberi kesempatan untuk memegang  Poluse sebagai Nahoda di Fisipol UMMAT." tegas suami ibu Muningsih itu.

Perubahan yang ingin didicapai antara lain yaitu perubahan prilaku. Bagaimana dilingkungan Fisipol itu bisa disiplin dalam bekerja.Dalam melaksanakan tugasnya tiap pada jam kerja.Disiplin hadir ditempat kerja sesuai dengan aturan yang berlaku dilintas UMMAT. Dan Bagaimana memastikan dosen-dosen itu bekerja sesuai tupoksinya (SOP Red).Selanjutnya semua karyawan dan karyawati bisa berprilaku menunjukkan keteladana-ketaladanan, terutama kepada dirinya. Teladan kepada mahasiawa/mahasiswinya.teladan di masyarakat dimanapun Ia berada.Demikian pula para dosen sebagai teladan untuk kita semua." Jelas Dekan Fisipol yang dikenal santun itu.

Ia menambahkan dan diharapkan "Fisipol kedepan agar bisa menjadi contoh  dan teladan bagi Fakultas- Fakultas lainnya. Demikian pula penataan administrasi perlu di tingkatkan. Dan prilaku-prilaku mahasiswa serta pegawai agar bisa diteladani semua generasi muda. Dan bagaimana kita menciptakan dan kita bangun nuansa kampus yang Islami dan bisa menyejukkan semua pihak. Tanpa memandang satatus sosisl keturunan dan ras. Dengan mengutamakan kesopanan dan kesantunan dari pada kepentingan. Kita harus bisa semaksimal mungkin menggunakan Sistim Informasi Manajemen (SIM) yang baik dan benar, agar tidak mis Komunikasi antara yang satu dengan yang lainnya." Tutup Dosen yang ramah dan murah senyum itu.
 ( Taqwa  ).

Related

Headline 4255000485191311290

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item