Jaksa Giring Tiga Mantan Pejabat Kemenag Bima Duduk Di Kursi Pesakitan Sebagai Terdakwa Di Pengadilan Tipikor Mataram, Siapa Menyusul?.

Mantan Pejabat Kemenag Saat Di Kursi Pengadilan Tipikor

MEMOPOS.com, Mataram-Sevanyak 3 orang mantan pejabat Kementerian Agama (Kemanag) Republik Indonesia (RI).Kantor Wilayah (Kanwil) (Kemenag) Nusa Tenggara Barat (NTB). Kemenag Bima digiring masuk keruang sidang dan didudukkan dikursi pesakitan sebagai terdakwah di Pengadilan Tipikor Mataram (14/10/19)

Jaksa penuntut umum menggiring para terdakwah keruang sidang yang terbuka untuk umum itu dengan agenda pembacaan dakwaan kepada ke tiga Pejabat Kemenag itu adalah H. Yaman H. Mahmud, H. Irfun dan Fifi Faridah.Para terdakwa diduduk kan dikursi pesakitan karena "melakukan pemotongan tunjangan khusus guru madrasah di Bima. Akibat dari perbuatan ketiga terdakwa, negara dirugikan Rp 615 juta.
Sidang Tipiko itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Anak Agung Rajendra. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wayan Suryawan. Dalam dakwaan JPU menjelaskan kronologis pemotongan tunjangan sejumlah guru yaitu Pada tahun 2010 Kemenag Bima mendapat anggaran dari pemerintah pusat atau APBN sebesar Rp 648 juta. Anggaran itu untuk program pembayaran kegiatan pemberian tunjangan khusus bagi guru madrasah non PNS."sebutnya.

Kemudian "Kepala Kemenag saat itu H. Yaman menerbitkan Surat Keputusan ( SK). Selanjutnya meminta kepada kepala sekolah madrasah untuk mengusulkan nama nama guru non PNS yang tidak menerima tunjangan profesi dan fungsional untuk melengkapi berkas.Berkas para guru itu diserahkan kepada tim verifikasi yang didalamnya ada H. Irfun sebagai pengarah dan Fifi sebagai sekretaris. Sedangkan ketua tim verifikasi yakni H. Jufri serta anggota Ikhsan dan M. Syarifudin.
Mantan PNS Kemenag Bima H. Irfun dan Fifi disidang di Pengadilan Tipikor Mataram.
’’Pada Februari 2010 tim verifikasi mengeluarkan laporan hasil verifikasi data guru. Lalu ditetapkan sebanyak 25 orang penerima tunjangan khusus periode Januari hinga Juni 2010,’’ jelas Jaksa Penuntut Umum Suryawan.

"Pada 2 Juli diterbitkan surat pencairan untuk tahap pertama sebesar Rp 202.500.000. Anggaran itu dicairkan tanpa potongan melalui rekening bendahara. Kemudian dibayarkan kepada 25 guru non PNS masing-masing Rp 8.100.000. Selanjutnya pada 31 Agustus H. Yaman terdakwah mengubah data guru non PNS berdasarkan usulan dari tim verifikasi. Dari jumlah awalnya 25 orang menjadi 40 orang. Kemudian pada 9 Desember dibayar Rp 445.000.000 dan dicairkan langsung kepada rekening masing-masing penerima. Namun pelaksanaan program tersebut bermasalah. Pada saat penyaluran pembayaran kepada 25 penerima, mereka dipanggil satu per satu ke kemenag bima guna menerima tunjangan khusus yang besar jumlahnya telah disiapkan. Para guru menerima uang yang sudah dimasukan ke dalam amplop dan diminta tanda tangan daftar tanda terima,’’ tuturnya.

Jumlah yang tertera dengan yang diterima berbeda. "Seharusnya yang diterima adalah Rp 8,1 juta, tetapi telah dipotong tanpa dasar secara sepihak yang besarannya berfariasi dan H. Irfun dan Fifi,’’ ungkapnya.Selain itu, Surat Keputusan Verifikasi guru penerima tunjangan menyalahi aturan. Pada pencairan tahap kedua terdapat nama-nama yang sama seperti pencairan tahap pertama. Serta ada SK pengganti penerima tunjangan khusus tahap pertama. Secara keselurahan jumlahnya 42 orang.Di samping itu terdapat 4 orang yang masing-masing menerima tanjangan khusus untuk angka waktu 6 bulan, padahal mereka telah menerima tunjangan profesi.
‘’Perbuatan terdakwa H. Irfun dan Fifi bersama dengan H. Yaman merugian negara Rp 615 juta. Kerugian itu berdasarkan hasil audit BPKP NTB pada tahun 2018,’’ tegas Jaksa Penuntut Umum. (Taqwa)

Related

Hukum Kriminal 3810401873869348069

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item