Demo Di DPRD NTB Ricuh, Indikator Gagalnya Program Prometer Polrikah?

Korlipda Memo Pos NTB Di Kantornya

MEMOPOS.com, Mataram-Demonstrasi Puluhan ribu mahasiswa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB pada Kamis(26/9/19) di Mataram NTB berakhir Ricuh.

 Demonstras mendatangi Kantor Dewan Yang Terhormat itu mulai jam 07.30 wita hingga sore hari untuk menyampaikan aspirasinya.demonstran menilai DPR tidak memperhatikan dengan serius aspirasi rmereka sehingga parlemen jalanan itu serentak  turun ke jalan.

 Ditengah puluhan ribu massa pengunjuk rasa, itu terlihat pula ada Dosen turut berorasi.

 Unjukrasa terpaksa dilakukan karena suara-suara rakyat yang disampaikan dalam bentuk tulisan, surat terbuka, petisi, dan diskusi-seminar di berbagai tempat tidak mendapatkan respon semestinya.

Demonstran merasa kesal akibat dipasang nya pagar pembatas berduri dan tidak diberikan akses masuk menemui anggota DPR yang terhormat.

 Pengunjukrasa mulai ricuh bermula adanya yang melempar pihak keamanan dengan botol minuman dan batu, yang tidak diketahui berasal dari mana? bentrok pun tak dapat  dihandarkan. Korban pun mulai berjatuhan. diangkut dan dilarikan dengan mobil Ambulance ke Rumah Sakit.

Terlihat pengunjukrasa lari berhamburan untuk menyelamatkan diri dan terlihat pula ada sejumlah pendemo lari masuk di halaman Kantor Kemenag NTB.

 Provokasi memanas kan suasana dan memicu amarah makin membara. Informasi situasi terkini di lokasi unjuk rasa menumbuh kan penasaran dari warga lainnya. Jadilah suasana demonstrasi semakin riuh-rendah.  lemparan berbagai benda bersahutan di suasana makin kacau-balau itu.

Terlepas dari ada atau tidaknya dalang di balik munculnya parlemen jalanan, dan juga terlepas dari relevan atau tidaknya tuntutan yang disampaikan publik peserta aksi, penanganan atas hiruk -pikuk warga itu semestinya dilakukan dengan baik dan profesional.

Polisi seharusnya mengedepankan pola kerja yang melindungi, mengayomi, dan melayani. Polri adalah instrumen yang disediakan negara untuk menjaga agar geliat masyarakat dalam aktivitasnya berjalan dengan baik, lancar dan aman dan terkendali.

Banyak pihak yang menilai cara polisi selama ini menangani unjuk rasa masih belum mencerminkan sosok polisi yang ideal. Lihat saja di Jakarta,di Ambon, Makassar bentrok pun terjadi. Di Sulawesi Tenggara ada mahasiswa tertembak mati. Semua orang tau bahwa Negara sudah memberikan rambu- rambu bagi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk bekerja sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Rakyat berharap kepada seluruh anggota Polri, untuk melakukan tugasnya melindungi, mengayomi, dan melayani rakyat.Bukan untuk ditembak dengan peluru tajam jika warga gelar unjukrasa, bahkan  wartatan ada yang menjadi korban kenak lemparan. Anggota polisi yang ada disitu langsung menolong wartawan.

Adalah wajar jika berbagai pihak masyarakat bertanya, Apakah Promoter Polri tidak mewujud di lapangan?.

Apakah Visi Polri untuk menjadi Polisi yang Profesional, Moderen,terpercaya hanya slogan?.Apakah  Promoter hanya penghias bibir saja?.

Apakah sulit bagi Polri untuk menangani unjuk rasa tanpa kekerasan? Apakah berat bagi Polri untuk menghadapi rakyat yang berdemonstrasi dengan tidak bertameng - berpentungan?. Apakah sukar bagi Polri untuk menyikapi kehadiran para pengunjuk rasa dengan tebaran senyum dan sapaan yang menyejukkan hati? Apakah tidak ada cara lain yang lebih baik dalam menangani kerumunan massa demonstrasi yang tidak bersenjata? Apakah mustahil bagi Polri untuk mencipta kan suasana sejuk dan damai di tengah suasana memanas para demonstran?.

Apakah program Promoter Polri menghadapi jalan buntu alias gagal total?. Apakah ketika jatuh korban dari pengunjuk rasa,Polisi dinilai gagal melindungi rakyat?.

Apakah Polisi dinilai gagal mengayomi warga, sedangkan negara telah menyedia kan seragam dan peralatan kerjanya serta gajinya dari uang rakyat?.

Apakah sulit memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat yang berunjuk rasa dengan tidak menembak warga? Apakah tidak ada cara lain yang lebih ‘profesional, modern, dan terpercaya selain menghadapi para demonstran dengan pentungan, gas air mata, dan hantaman kekerasan fisik?

Masyarakat berharap  perbanyak polwan yang berjaga, pakai pakaian biasa, menyapa demonstrans  dan putarkan lagu dangdut di tengah ramainya para pengunjuk rasa sehingga mungkin acara demo berubah menjadi konser musik dangdut dan lancar menyejukkan hati harapnya. (Taqwa)

Catatan Redaksi.Penulis adalah Wartawan senior dan sebagai Dosen.

Related

Headline 6096777128843538947

Posting Komentar

emo-but-icon

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK.MH.

Kapolres  Jember AKBP Arif Rachman Arifin  SIK.MH.
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ - 182

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Kapolres Jember Beserta Staf Dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2021i

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item