BANP Paud Dan PNF NTB Di Demo Aliasansi Mahasiswa

Aliansi Saat Berkumpul

MEMOPOS. com, Mataram-Pengunjukrasa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan NTB Korlap Reno dan Kodum Ruslan yang dipimpinlangsung seniornya Taupik, menyatakan "Pecat Ketua Badan Akreditasi Nasional Provinsi (BANP) PAUD dan PNF Nusa Tenggara Barat (NTB) Tri Hananta karena di nilai merangkap jabatan sebagai Guru di SLB Negeri No.2 Mataram NTB dan sebagai Ketua BANP PAUD dan PNF." Tegas nya.

Demikian dikatakan  pengunjukrasa sembari berteriak- teriak menggunakan pengeras suara dihalaman kantor tersebut dan disambut tepuk tangan puluhan orang anggota yang pengunjukrasa,senin,(2/9/19) di Mataram.

Pengunjukrasa meminta kepada "Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar memecat Ketua BANP PAUD dan PNF karena adanya dugaan yang ditemukan pengunjuk rasa dilapangan  yaitu adanya dugaan  dobel pendapatan yang diterima oleh  Ketua BANP PAUD dan PNF dan sebagai Guru  di SLB Negeri No 2 Mataram." Sebutnya.

Pengunjukrasa juga meminta kepada "Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memecat Ketua BANP PAUD dan PBF NTB sebagai Guru di Sekolah,SLB Negeri No 2 Mataram tersebut agar mendapatkan status yang jelas supaya bisa fokus di salah satu tugasnya  yang Ia inginkan, karena jangan sampai tugasnya sebagai Ketua BANP PAUD dan PNF NTB terganggu dengan aktivitas pokoknya sebagai guru dengan adanya tugas tambahan sebagai Ketua BANP PAUD dan PNF." Sebutnya.

 Jangan sampai  mengharapkan untuk "meningkatkan pendidikan dan kwalitas PAUD dan PNF sehingga mengorbankan anak didiknya di SLB Negeri No.2 Mataram atau ingin mengabdikan diri di SLB Negeri No.2 maka tugas tambahan tidak dapat dilakukan secara maksimal." Jelasnya.

Oleh karena itu pengunjukrasa yang berorasi kurang dari 1 jam itu "memberikan dukungan kepada Kadis Dikbud untuk memecat Tri Hananta sebagai guru." Tegas nya

Pengunjukrasa meminta pula  kepada "APH agar mengusut tuntas penggunaan dana APBN sebesar Rp.5.7 Miliyar lebih terhadap pelaksanaan aktivitas untuk tahun anggaran di NTB." Tuturnya.

pengunjukrasa terheran-heran bahwa "anggaran yang begitu besar tetapi tidak memiliki Plang di depan." sebutnya

Pengunjukrasa meminta pula ketegasan "apakah menggunakan standar APBN atau Pergub? "  Tanyanya.

Apabila menggunakan standar Pergub maka dinilai "melanggar aturan karena dana PAUD dan PNF adalah  APBN tentu harus sesuai dengan standarnya." Ungkap nya

Oleh karena itu jika terjadi hal-hal yang demikian pelanggaran aturan yang dilakukan maka tentu ada dugaan "pemotongan, karena stabdar APBN dan Standar Pergub tentulah berbeda." imbuhnya.

Seusai melakukan orasi kurang dari 1 jam itu para pengunjukrasa membubarkan diri dengan tertib, tetapi senior para pengunjuk rasa Taupik berkenan memenuhi permintaan tuan rumah untuk naik dilantai 2 bersama bebara orang pengunjukrasa yang dihadiri pula sejumlah wartawan.

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Ketua BANP PAUD dan PNF Tri Hananta bersama sejumlah pengurus serta staf sekretariat BANP PAUD dan PNF NTB secara rinci sembari menyerahkan sejumlah data lengkap yang tidak mungkin dimuat semua dengan menjelaskan bahwa" segala keputusan ada aturan mainya. Apa yang keluar adalah keputusan bersama." Tegas Tri Hananta.

BANP PAUD dan PNF NTB lanjut Tri "memiliki 5 orang anggota dibantu oleh sekretatiat 6 orang dan Tri membantah jika dinilai arogan sembari menunjukkan surat yang benar dan menjelaskan bahwa ada 3 rumpun dan yang paling ramai untuk dibahas adalah PAUD sebut Tri sembari  berseloroh karena ada uangnya." Sebutnya.

Semua keputusan di pusat terkait S1 yang pimpin S2 dan S3 wallahualam,mungkin barangkali kepercayaan teman teman,semua anggota memilih siapa yang menjadi Ketua." Tutur nya.

Terkait dirinya tidak masuk dalam aturan yang tidak boleh rangkap jabatan,1,2,3,4,5 tidak masuk." Sebutnya.

Yang menentukan menjadi anggota  BANP adalah BAN sendiri maksudnya BAN Pusat.tuturnya.

Terkait gaji kami bukan digaji hanya kompensasi dan henis-jenis rapatnya diluar jam kerja atau jam 16.00 wita.Adapun dituding otoriter,disini pengambilan keputusan dilakukan secara kokektif kolegial." Sebutnya

Terkait dana, sudah di audit oleh Inspektorat dan sudah ada hasilnya, demikian pula absen hadir guru-guru di SLBN No2 Mataram menggunakan pinjer print.

Terjait anggaran  sudah dikunci  sudah dipatok tidak bisa menambah atau mengurangi kegiatan. dan Plang sudah ada tinggal dipasang.

"Ketua BANP PAUD dan PNF tidak bisa memecat angotanya karena SK nya itu dari pusat,kami hanya bisa melapor sedangkan yang akan melakukan infestigasi dari pusat yang  datang kesini." Sebunya.

Tri Hananta membantah 'tidak punya PAUD, hanya kursus yang punya istri " ngakunya polos.

Tri menegaskan" peraturan Menteri kita tidak punya acuan dan tidak punya landasan sehingga saat ini semua menggunakan Pilgub " imbuhnya. (Taqwa)

Related

Headline 9197832949813518296

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item