Arogan Cakades Di Jember Bogem Pendukung Lawan

Korban Saat Di Dampingi Orang Tuanya

MEMOPOS.com,Jember-Diwilayah Hukum Polres Jember, Cakades Bersifat arogan dan tidak bisa menahan emosi Calon Kepala Desa (Cakades) Petahana Kaliwining H. Lutfi dilaporkan ke Polsek Rambipuji.

Untuk mencegah tidakan sewenang-wenang dan terjadinya tawur massa menempuh jalur hukum, lantaran merasa tidak bersalah dan tidak menerimakan tamparan dari Cakades nomor urut 02, korban M. R. F (18) membuat laporan ke Polsek Rambipuji  dengan nomor Lp/K/116/VIII/2019/Res.jbr/Sek Rambipuji.

Sesuai dengan surat laporan Kejadian pada hari Kamis 22/8 pukul 15.15 wib,  pelapor dan bersama -sama termasuk korban menggiring calon Kades Samsul Arifin ke kantor Desa Kaliwining, semampai nya didepan kantor Desa.

"Hampir bersamaan datang pendukung cakades nomor urut dua, tiba-tiba cakades HM. Lutfi berdiri dari tempat duduk nya dari dalam  pendopo menghampiri kumpulan pendukung cakades nomor urut satu,"ujar Edi Febriyanto kepada Wartawan Memo Pos Jum'at (23/8)

Masih menurut Edi, kejadian singkat itu berawal cakades HM Lutfi marah-marah kepada pendukung cakades nomor urut satu, tapi tidak jelas pada siapa, dengan tunjuk - tunjuk jari dan memancing emosi pendukung cakades 01 tetap diam.

"Cakades nomor urut dua terlapor itu terus mengumpat memancing emosi dan menampar dengan menggunakan telapak tangan kanan mengenai pipi sebelah kanan korban,"ungkap Edi Febriyanto kerabat Korban

Edi menambahkan, Kelompok pendukung nomor 1 Samsul Arifin memang diminta untuk tidak mudah terpancing emosi dan melayani lebih baik dipasrahkan atau buat laporan ke penegak hukum.

"Sehingga niat kami ingin mendengarkan misi dan visi dua cakades tidak terlaksana lantaran kami menuju Polsek membuat laporan, karena negara kita negara hukum dan hukum harus ditegakkan."pungkas Edi Febriyanto

Hal yang sama disampaikan Ahmad Hariyanto warga Dusun curah Suko, Desa Kaliwining, yang berdampingan dengan korban, ia mengaku terkejut saat Cakades tiba-tiba menampar rekanya.

"Saya datang ingin mengikuti penyampaian Visi dan Misi dua Calon Kepala Desa Kaliwining bersama-sama, tiba-tiba Cakades HM Lutfi berdiri sambil menantang dan mengupat terlihat emosi sambil menampar wajah bagian pipi kanan korban,"jentrehnya

Ahmad Hariyanto menambahkan, Desa kami ingin tenang dan kondusif tidak terjadi gejolak, sehingga Pilkades bisa berjalan damai, seorang Cakades dan mantan kepala desa lagi yang seharusnya bisa melindungi dan mengayomi masyarakat.

Sementara ibu korban Maisaroh saat ditemui wartawan Memo Pos dirumahnya, sambil meneteskan air mata mengingat anak nya jadi korban pemukulan apa lagi yang melakukan itu mantan kades mencalonkan lagi.

"Saya sebagai ibu kandungnya saja tidak pernah melakukan seperti itu, koq orang lain malah melakukan kekerasan terhadap anak saya, seperti apa sakit hati ini untuk itu kami pihak keluarga meminta kepolisian memproses sesuai hukum yang berlaku," harapnya

 Sementara Kapolsek Rambipuji AKP Sutarjo mengatakan, himbauan kepada panitia dan Cakades untuk menjaga berlangsung nya Pilkades yang akan digelar pada 12 September mendatang.

"Penyampaian visi dan misi cakades di desanya ada enam desa Sebelum Pilkdes secara bersamaan, dan pada hari Kamis (22/8) agenda desa Kaliwining, tapi dalam perjalanan ada sedikit kejadian yang menimpa salah satu pendukung.

"Apa masalah Nya kita juga tidak tau tiba-tiba saja terjadi seklumit masalah hingga munculnya laporan, padahal kedua calon yang akan berebut suara masyarakat desa Kaliwining itu saling memaafkan,"jelas Kapolsek Rambipuji.

Masih kata Sutarjo, Kami selalu menghimbau kepada panitia dan Cakades untuk tidak saling membawa pendukung masing-masing, agar wilayah Rambipuji tetap terjaga.

"Untuk pelaporan dugaan Penganiayaan ringan ini kami limpahkan ke Polres, agar kami bisa konsentrasi mengamankan berjalan nya tahapan Pilkades di enam desa tersebut."tutup Sutarjo.

Pantauan Wartawan Memo Pos untuk mengklarifikasi terhadap terlapor Cakades HM Lutfi, kerumah kediaman nya tidak bisa ketemu, namun berusaha menghubungi melalui telepon selulernya nada panggil tak diangkat dan WhatsApp tidak dibalas. red. (ndik)

Related

Headline 6514833728799149079

Posting Komentar

  1. KUHP: Pasal 351

    (1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

    (2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

    (3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

    (4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.

    (5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

    BalasHapus

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item