Diduga Menjual Tanah Pecatu, Nurmini Dipolisikan

Kades H.Fatoni Abdul Azis

MEMOP0S.com, .Mataram-Nurmini (60) laki-laki, bertempat tinggal di Dusun
Kelongkong,Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi,
Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat,telah
resmi dilapor ke Polres Lombok Barat oleh Kepala
Desanya sendiri H. Fatoni Abdul Aziz. "Saya selaku
Kades Kuranji telah melapor Nurmini ke Polres Lobar"
sebutnya

Demikian dikatakan Kades Kuranji Fatoni Abdul Aziz
saat ditemui Wartawan di rumah kediamannya Kamis
(11/7/19).

Nurmini dipolisikan lantaran,diduga "membuat Surat
Pernyataan/Sporadik atas nama Nurmini sendiri
terhadap tanah Pecatu (Upah Red) milik Penghulu
Dusun Kelongkong, Desa Kuranji, dan tanah pecatu
tersebut bukan aset milik Pemda Lobar. Tatapi Aset /
tanah Pecatu milik Dusun Kelongkong, Desa Kuranji,
Kacamatan Labuapi Lobar." Sebutnya.

Kades Kuranji Fatoni menerangkan "Surat pernyataan
atau Sporadik tersebut mengetahui Kades Kuranji
Dalang bernama Sukadin karena lokasi tanah
sengketa terletak di Desa Kuranji Dalang,Kecamatan
Labuapi Lobar.Tetapi sebelum pemekaran desa, tanah
tersebut terletak didesa Kuranji, Kecamatan Labuapi
Lobar,ntb

Kades Kuranji H.Fatoni me jelaskan"tanah tersebut
adalah tanah pecatu Dusun Kelongkong berdasarkan
surat dari Kantor Pendaftaran milik Lombok tahun
1957 dan Surat Bupati Kepala Daerah Tingkat II
Lombok Barat." Ungkapnya

Surat tersebut lanjut Kades Fatoni berasal dari "Surat
Hibah Amaq Sinarep kepada Kaum Langgar Al-Bayan
yang merupakan Warga Dusun Kelongkong pada
saat itu dan dari sanalah asal mulanya tanah sawah
tersebut dijadikan sebagai Tanah Pecatu Penghulu
Kelongkong sampai saat ini." sembari Kades Fatoni
memperlihat kepada wartawan sejumlah foto copy
surat "ini bukti foto copy surat kepemilikan tanah
pecatu Dusun Kelongkong,asli surat surat ini ada di
Penyidik polres."sebutnya.

Kades Fatoni menambah kan "Tanah Pecatu tersebut
dikelola oleh Penghulu yang menjabat sebagai
Penghulu Dusun Kelongkong.Jika Penghulu Dusun
berhenti,tidak lagi menjabat sebagai Penghulu, maka
tanah sawah tersebut pindah ketangan Penghulu
Dusun Kelongkong yang baru (aktif)sebagai
Penghulu. Fatoni menilai Tanah sengketa seharga
sebesar Rp.2.5 Miliyar." Sebutnya.

Yang menarik Lanjut Kades Fatoni, terlapor "Nurmini
tidak pernah menguasai secara fisik obyek tanah
sawah sengketa, dan Kades Kuranji Dalang berani
menandatangani surat pernyataan Sporadik padahal
tanah sengketa tidak pernah dikuasai terlapor
Nurmini." Tuturnya.

Fatoni memperlihatkan pula kepada wartawan surat
"pernyataan H.Moh. Jazuli Usman dan H.Misbah
Haer menyata kan bahwa "tanah sawah seluas 1600
M2,dan tanah sawah seluas 4700 M2 adalah benar
tanah Pecatu Penghulu Dusun Kelongkong terletak di
Subak Perampuan Kapitan, Desa Kuranji Dalang,dan
sebelum pemekaran desa tanah sengketa terletak di
Desa Kuranji."katanya.

Kades Fatoni menambah kan bahwa "H.Moh Jazuli
Usman dan H.Misbah Haer adalah saksi Surat
Pernyataan Sporadik atas nama terlapor Nurmini,
alasannya para saksi mengaku tidak mengetahui
bahwa Surat Sporadik yang ditanda tanganinya adalah
tanah sawah Pecatu Penghulu, demikian pula Kades
Kuranji Dalang Sukadin telah membatalkan Sporadik
yang telah ditandatanganinya, namun demikian
akibat dari Perbuatan Kades Kuranji Dalang Sukadin
sehingga tanah sawah sengketa di Sertifikat dan telah
di jual terlapor kepada PT.Royal Madinah "Sebut
Fatoni.

Kades Kuranji minta agar PT.Royal Madinah jangan
membangun diatas tanah sengketa sebelum
persoalan selesai." Harap nya.

Sementara itu ditempat terpisah Kades Kuranji Dalang
Sukadin menyata kan "benar telah menanda tangani
Sporadik atas nama Nurmini karena surat itu sudah
ditanda tangani oleh Nurmini dan para saksi bernama
H.Misbah Haer dan H.Moh.Jazuli,sembari Kades
Sukadin menjelas kan bahwa Ia tidak tahu bahwa
tanah sengketa adalah tanah sawah pecatu penghulu."
Imbuh nya.

Kades Kuranji Dalang me getahui bahwa tanah
obyek sengketa adalah tanah Pecatu Penghulu
Dusun Kelongkong setelah "dipanggil/diundang oleh
penyidik untuk klarifikasi di Polres Lobar." Sebutnya
Kades Kuranji Dalang Sukadin mengaku tidak turun
cek kelokasi bahwa siapa yang menguasai obyek
tanah sawah sengketa karena "percaya kepada para
saksi yang telah menandantangani surat pernyataan."
Tegasnya.

Sementara itu ditempat terpisah Advokat I Made
Suartha,SH,Kuasa Hukum Nurmini ditemui wartawan
membantah jika dikatakan tanah sengketa sebagai
tanah pecatu Penghulu Kelongkong "tidak benar
tanah tersebut adalah tanah pecatu Penghulu
Kelongkong, Tetapi yang benar, tanah tersebut adalah
tanah milik kliennya berasal dari Nenek Moyangnya
sebagai pemilik." Sebut nya

Advokat yang santun itu menerangkan bahwa
tempo dulu (dahulu Red) yang menjadi Penghulu
Dusun Kelongkong adalah "Nenek Moyang Kliennya
sehingga tanah tersebut dikuasai dan dimiliki oleh
Nenek Moyang Kliennya."

Penasehat hukum Nurmini menambahkan "tanah
tersebut diambil kembali oleh Kliennya karena yang
menjadi penghulu Dusun Kelongkong bukan lagi dari
keturunan atau ahliwaris klienya dan tanah sengketa
telah di jual kepada PT.Royal Madinah." Sebutnya.

Tanah tersebut di Jual oleh Kliennya "berdasar kan
data yang dimiliki kliennya dan surat Keterangan
Keluarga yang telah ditandatangani Kades Kuranji
H.Fatoni." jelasnya.

Pembayaran harga tanah tersebut dilakukan
secara bertahap yaitu tahap "pertama,kedua,ketiga
dan ke empat telah selesai dibayar, tinggal sekali
pembayaran lagi yaitu tahap kelima terakhir sebesar
lebih kurang 125 juta rupiah." sebutnya.

Advokat yang ramah itu mengaku pernah mendatangi
Kades Kuranji Fatoni bermaksud bermusyawarah
untuk menyelesaikan secara kekeluargaan tetapi
tidak berhasil karena H. Fatoni meminta semua harga
tanah." Ungkapnya.

Menyinggung Kades Kuranji Dalang Sukadin yang
telah membatalkan Sporadik, pengacara senior itu
menyatakan "pembatalan Sporadik setelah sertifikat
terbit, tidak semudah itu tetapi pembatalan harus
melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)
tegasnya

Hingga terbitnya berita ini Direktur PT Royal Madinah
belum dapat di hubungi. (Taqwa)

Related

Hukum Kriminal 179798557639099400

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item