Anggaran Pembangunan Gedung Fisipol Diduga Dikorupsi

                                        
Rektor UMMAT Saat Ditemu Diruang Kerjanya


MEMOPOS.com, Mataram-Rektor Universitas Mataram (UMMAT) Dr.H.Arsyad Gani,M.Pd menyatakan "Tempo Hari Wakil Dekan
1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, (Fisipol)
Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT)
Mardiah,S.Sos. M.Si, pernah beristrahat karena sakit."
Sebutnya.

Demikian dikatakan Rektor UMMAT yang juga mantan
Kepala Biro Bantuan Sosial (Bansos) Kantor Gubernur
Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ditemui Wartawan
disela-sela kesibukan Sabtu (6/7/19) di Mataram.

Rektor UMMAT yang berwajah ganteng itu
menjelaskan kepada Wartawan bahwa "benar tempo
hari, Wakil Dekan 1 Fisipol UMMAT kala itu sakit,
sehingga Rektor UMMAT menunjuk sementara sdr.

Dedy Iswanto.ST.MM. sebagai pelaksana tugas harian
(PLH). Ingat bukan sebagai PLT." tegas Rektor UMMAT
yang santun itu.
Maksud dan tujuan Rektor
Menunjuk Dedy adalah agar " tugas Wakil Dekan 1
Fisipol UMMAT tetap berjalan sebagaimana biasanya."
Sebut mantan anggota DPRD Kota Mataram itu.

Rektor yang juga Mantan Kepala Dinas Arsip dan
dan Perpustakaan Provinsi NTB itu menambahkan bahwa sebenarnya tidak perlu ada surat "imbuhnya

Administrasi Negara, jika pegawai atau pejabat yang
bersangkutan sudah sehat, maka secara otomatis
yang bersangkutan kembali duduk bertugas sebagai
pejabat dimana Ia bertugas dan tidak perlu ada surat
lagi."sebut mantan Wakil Ketua Koni NTB itu.

Tetapi bagaimana misal nya jika PLH tidak mau
berhenti sebagai PLH?. Rektor yang murah senyum
itu mengingatkan "lihatlah dan baca SK nya. SK itu
berlaku sampai pejabat difinitifnya kembali bertugas."
Tegas mantan Ketua Persatuan Atletik (Pasi) NTB itu.

Rektor mengaku kepada Wartawan sudah bersurat
"saya sudah bersurat secara resmi mencabut
PLH,dan perintahkan kepada yang saudari Mardiah,S
Sos.M.Si,untuk menempati kembali jabatannya
sebagai Wakil Dekan 1 Fisipol UMMAT yang difinitif
karena sudah sehat dan sdr Dedy sebagai Sekretaris
Prodi Pemerintahan,tidak lagi menjabat rangkap
Tegas mantan Ketua Rukun Keluarga Bima (RKB) 2
periode itu.

Sementara itu di tempat terpisah Advokat senior
Muhammad,SH yang dihubungi Wartawan via
telp,ternyata selaras dengan apa yang dikatakan
Rektor.
"tidak ada yg salah, sudah tepat dan benar menurut
hukum Rektor perintahkan kepada sdr Mardiah,
S.Sos.M.Si tetap sebagai Wakil Dekan 1 Fisipol yang
difinitif karena masa jabatan yang bersangkutan
belum berakhir." Jelasnya.

"Jika ada oknum yang me coba main dibelakang layar,
ambisi jabatan,ada udang di balik batu, menikan
dari belakang adalah cara kotor yang seharusnya
tidak perlu dilakukan oleh orang orang yang berilmu
di kampus manapun berada. tetapi lakukan saja
merebut jabatan sesuai prosedur yang berlaku
dengan prestasi tanpa menyakiti orang lain dan tidak
dilakukan dengan menurunkan seseorang secara
paksa, kemudian ganti dengan yang lain.

Tidak semudah membalik telapak tangan. .Ingat hukum
karma sembari advokat senior itu menyebutkan di
Muhamadiyah itu ada etika dan sopan santun, cara
melakukan pengaduan tentu secara berjenjang "Tegas
mantan pimpinan DPRD NTB selama 2 periode itu.

Terkait unjukrasa yang digelar puluhan mahasiswa
pada jumat pagi (5/6/19) mantan Ketua Paradi ntb
menyatakan " itu masalah lain, dan harus kita dukung
adik adik mahasiswa sebagai pilar demokrasi dan
sebagai calon pemimpin masa depan." Imbunya.

Diharapkan kepada "adik adik mahasiswa harus
kritis,obyektif, transparan, ungkap seluruh fakta
yang ada." Sebutnya.

"Kalau mau jujur tidak minta mundur seseorang
saja tetapi termasuk dekan dan dosen dosen lainnya
harus mengundur kan diri juga semuanya jika dinilai
gagal, bagaimanapun juga tetap menjadi ranggung
jawab Dekan secara keseluruhan, tetapi jika main
tebang pilih berarti demokrasi ini sudah mundur
kembali kejaman jepang, karena pada jaman jepang
siapa yang duluan melapor diangkap benar?,sikut
sana,sikut sini? Mungkinkah kongsi sudah pecah?."
Tegasnya

Alumni Unram itu mengakui dengan jujur bahwa
Ia adalah salah satu anggota Muhammadiyah
"mendukung adik adik mahasiswa untuk
mendapatkan hak haknya, diminta mahasiswa
ungkapkan secara nyata korupsi di Fisipol asalkan
bukan fitnah,sebutkan siapa orangnya, demikian
pula pembangunan gedung Fisipol harus diungkap
sejelas jelasnya dan diminta kepada wartawan untuk
pantau dan awasi dan jangan takut menulis, ungkap
fakta supaya persoalan ini secara resmi mengajukan
pengaduan kepada yang berwajib bahwa siapa yang
bermain dibalik ini semua? " tegasnya.
(Taqwa).

Related

Politik 7355842712504918947

Posting Komentar

emo-but-icon

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik

Redaksi Memo Pos Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya IPTU Ainur Rofik
Semoga Almarhum Di Terima Disisinya Dan Yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan (Selamat Jalan Komandan Kami Keluarga Besar Memo Pos Jember Selalu Panjatkan Doa Untukmu)

Kodim 0824 Jember

Kodim 0824 Jember
Keluarga Besar Kodim 0824/Jember Beserta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 38 Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Republik Indonesia Ke - 3)

Kapolres Jember

Kapolres Jember
Ciptakan Pilkada Jember Aman Dan Damai

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item